Kabar Mimika

Kakao Siap Berkembang Pada Lahan 200 Hektare di Kabupaten Mimika

×

Kakao Siap Berkembang Pada Lahan 200 Hektare di Kabupaten Mimika

Sebarkan artikel ini
Abdul Haris Sudharmoko.

Timika (Suaramimika.com) – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika telah menerima presentasi dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), untuk pengembangan tanaman kakao (Tanaman perkebunan tropis yang bijinya merupakan bahan baku utama pembuatan cokelat) pada lahan 200 hektare.

Kepala Distanbun Mimika, Abdul Haris Sudharmono mengatakan, pengembangan tanaman kakao di Timika direncanakan akan dilaksanakan di dua lokasi.

Di atas lahan kurang lebih 200 hektare, tanaman kakao akan terbagi sebanyak 150 hektare di Kampung Hiripau Distrik Mimika Timur dan 50 hektare di Kampung Iwaka Distrik Iwaka.

“Kami sudah mendengarkan sosialisasi dan presentasi oleh HIPMI dalam rangka pengembangan tanaman kakao 200 hektare di Mimika yakni 150 hektare di Kampung Hirupau dan 50 hektare di Iwaka,” ujar Haris pada Selasa (7/4)2026).

Kata Haris, pengembangan tanaman kakao ini akan menggunakan dana dari pemerintah pusat. Sementara itu, HIPMI merupakan pihak, yang akan memfasilitasi pengembangan tanaman kakao ini.

Pengembangan tanaman kakao ini sebutnya didukung oleh kepala kampung setempat karena dalam presentasi dihadiri langsung oleh kepala Suku Kampung Hirupau, dan Kepala Suku Kampung Iwaka, serta masing-masing kepala kampung dan Asosiasi Kepala Kampung Se Timika.

Setelah presentasi hari ini kata Haris, akan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada masyarakat di dua lokasi tempat dikembangkannya tanaman kakao.

Dalam proses pengembangan tanaman kakao ini lanjut Haris, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni lahan yang akan digunakan adalah benar-benar milik masyarakat yang clean and clear.

“Jadi pemerintah pusat tidak akan mengeluarkan anggaran apabila ada masalah dengan tanah,” jelasnya.

Lanjutnya, pengembangan tanaman kakao juga harus ada Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).

“Jadi harus ada petaninya, ada lahanya baru kegiatan bisa jalan. Jadi kami sudah sepakat tadi, setelah ini akan didorong ke kementerian. Kami lengkapi syaratnya, apa yang dibawa dan yang akan dipresentasikan ke kementerian dan difasilitasi oleh HIPMI,” ungkapnya.

Mengenai pengembangan kakao di Timika, Distanbun tambahnya, telah melakukan program yang sama sejak enam tahun lalu. Kakao yang dihasilkan bahkan sudah dijual sampai ke luar Timika.

Pengembangan tanaman kakao ini menurutnya tidaklah susah apabila masyarakat di Hirupau dan Iwaka siap mendukung dengan lahan yang ada.

“Kami sudah kembangkan kakao ini enam tahun yang lalu. Tidak susah apabila masyarakat mendukung. Arah dari kebijakan ini adalah tidak lain dan tidak bukan adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *