Kabar Mimika

Dasar Kebijakan Implementatif, Pemkab Mimika FGD Review Penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Tailing

×

Dasar Kebijakan Implementatif, Pemkab Mimika FGD Review Penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Tailing

Sebarkan artikel ini
Pemangku kepentingan saat mengikuti FGD pengelolaan dan pemanfaatan tailing PT Freeport Indonesia, Kamis (21/5/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menggelar Focus Group Discussion (FGD) review penyusunan dokumen
pengelolaan dan pemanfaatan tailing PT Freeport Indonesia, Kamis (21/5/2026) di Ruang Pertemuan Mall Pelayanan Publik (MPP).

FGD ini merupakan pertemuan internal Pemkab Mimika dengan Perusahaan Daerah (Perusda) PT Mimika Abadi Sejahtera, OPD teknis dengan Universitas Islam Bandung (Unisba).

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Petrus Pali Amba mengatakan, pengelolaan tailing merupakan isu strategis yang memerlukan perhatian serius bukan hanya dari aspek lingkungan saja tapi sampai kepada keberlanjutan daerah.

Oleh karena itu penyusunan master plan pengelolaan dan pemanfaatan tailing ini dilakukan agar pengelolaanya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Tailing tidak hanya dilihat sebagai hasil sisa pertambangan tapi potensi sumber daya alam dengan pendekatan inovasi dan teknologi multi pihak. Dalam pengelolaannya harus memastikan prinsip kehati-hatian, hak masyarakat serta tata ruang wilayah,” ujar Petrus.

Dalam review penyusunan master plan pengelolaan tailing ini, pemerintah kata Petrus, berharap agar penetapan lokasi dan arah pengembangan jelas dan realistis, kesesuaian data tata ruang, kajian dampak lingkungan dan sosial serta penyusunan road map yang terukur dan berkelanjutan.

“Saya berharap forum ini menghasilkan rekomendasi yang aplikatif sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah. Kolaborasi bersama menjadi kunci penting dalam menghadirkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Mimika, Darius Sabon Rain menyebut FGD ini digelar guna memastikan proses penyusunan dokumen pengelolaan dan pemanfaatan tailing dilakukan secara komprehensif, terarah dan mempertimbangkan berbagai aspek strategis, baik dari sisi regulasi, lingkungan, ekonomi, sosial budaya maupun keberlanjutan pembangunan daerah.

FGD ini juga kata Darius, menjadi forum koordinasi dan sinkronisasi antar pemangku kepentingan guna memperoleh masukan, saran dan penyempurnaan terhadap dokumen yang sedang direview, sehingga nantinya dapat menjadi dasar kebijakan yang implementatif dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun administratif.

Darius juga mengungkapkan tujuan pelaksanaan FGD adalah melakukan review dan penyempurnaan terhadap dokumen pengelolaan dan pemanfaatan tailing, kemudian menyamakan persepsi antar stakeholder terkait arah pengembangan kawasan dan pemanfaatan tailing di Kabupaten Mimika, mengidentifikasi kebutuhan regulasi dan kelembagaan pendukung, menyusun rekomendasi strategis sebagai dasar pengambilan kebijakan daerah dan terakhir yakni mendukung pengembangan hilirisasi sumber daya dan peningkatan nilai tambah ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Kami berharap melalui forum ini dapat dihasilkan rekomendasi yang konstruktif, objektif, dan aplikatif guna mendukung terwujudnya tata kelola pengelolaan tailing yang memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan
pembangunan daerah Kabupaten Mimika,” pungkas Darius. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *