Pendidikan

Sambut Hardiknas Tahun 2026, 1156 Siswa SATP Mimika Antusias Ikut Lomba Potensi Sains

×

Sambut Hardiknas Tahun 2026, 1156 Siswa SATP Mimika Antusias Ikut Lomba Potensi Sains

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Kepala SATP Mimika, Sonianto Kuddi dan para guru dengan perwakilan siswa-siswi usia pembukaan lomba sains Tahun 2026.

Timika (Suaramimika.com) – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika menggelar lomba potensi sains Tahun Ajaran 2026-2027.

Lomba potensi sains yang digelar setiap tahunya ini, melibatkan seluruh siswa-siswi SATP mulai dari jenjang SD sampai SMP sebanyak 1156 orang.

Setelah dibuka secara resmi, pada Selasa (7/3/2026) di SATP Jalan Soponyono, SP 4, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, lomba potensi sains dimulai dengan babak penyisihan IPA level 2, IPA level 3, IPA level 4, IPS level 2, IPS level 3 dan IPS level 4 pada 8 April.

Kemudian Pra Tes Kemampuan Akademik (TKA) dimulai dengan lomba pra TKA pada 30 Maret dan 16 April 2026. Terakhir babak final pada 17 April.

Kepala SATP, Sonianto Kuddi, M.Pd mengapresiasi dukungan penuh dari pihak Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dan PT Freeport Indonesia, untuk semua aktivitas di SATP termasuk untuk lomba sains ini.

Soni menyebut dengan lomba sains ini, siswa-siswi memerlukan dorongan yang besar agar punya semangat juga dalam bidang akademik.

Selain itu, melalui lomba sains ini, sekolah juga menjaring siswa yang berbakat untuk mewakili sekolah pada ajang yang sama sampai di tingkat internasional.

Dengan dilaksanakannya lomba sains ini, sekolah terus berupaya untuk mewujudkan visi misi SATP yakni mencerdaskan dan memerkasa putra-putri Amungme, Kamoro, serta 5 suku kekerabatan lainnya untuk menjadi generasi yang unggul dan kompetitif.

Kata Soni, lomba sains ini memang ajang yang digelar setiap tahunya. Untuk itulah, pihaknya di tahun ini lebih memperkuat internal sehingga anak-anak secara masif di bidang sains bisa meningkat.

“Tahun lalu perwakilan siswa saja yang ikut, tapi tahun ini semua siswa wajib ikut lomba. Belajar itu tidak mudah, butuh perjuangan kesabaran dan ketekunan jadi anak-anak Papua dididik dari kelas satu SD agar sabar dan memiliki daya juang yang tangguh berdasarkan nilai kebenaran iman dan kebajikan,” jelas Soni.

Senada dengan hal itu, Wakil Kepala Perwakilan YPL Bidang Pendidikan, Oktavianus Vic Rori mengatakan jika lomba sains yang dibuka hari ini digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik semua siswa SATP.

“Pesertanya semua siswa di sini. Jadi tujuannya untuk meningkatkan kemampuan daya juang dalam bidang akademik terutama dalam bidang sains,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua panitia Yeremia Piri mengungkapkan jika lomba berlangsung selama bulan April ini sampai nanti puncak acara Hardiknas pada 2 Mei mendatang. Seleksi dilaksanakan didalam kelas.

Dari seleksi ini, nantinya ada 5 anak per mata pelajaran yang terbaik akan selanjutnya mengikuti babak final pada 17 April. Selain jenjang SD kelas atas dan SMP, kelas bawah yakni kelas 1 juga diikutsertakan dalam lomba literasi dan numerasi.

Ia berharap dengan lomba sains ini diiharapkan siswa bertumbuh dan berkembang dari semua intelek karena lomba ini adalah peluang siswa untuk berkompetisi.

Selain itu, untuk jenjang kelas VI dan IX lewat lomba sains ini akan memperdalam materi dan berkompetisi untuk mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh sekolah dan pemerintah yakni Tes Kemampuan Akademik (TKA), juga berani mengembangkan pola pikir yang kreatif dan inovatif untuk masa depan yang cerah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakasek Kurikulum SMP/ Kepala UPT Pusat Prestasi, Elpianus Paat menjelaskan jika siswa-siswi yang menang lomba sains ini akan mendapatkan tropi dan sertifikat untuk memberi penghargaan terhadap daya juang mereka.

“Ini (tropi dan sertifikat) akan diberikan kepada siswa yang menang aga mereka bangga terhadap daya juangnya yang tinggi. Penghargaan juga kami berikan kepada guru yang membuat soal serta yang membina ana-anak di mana soalnya setingkat dengan level OSN kabupaten sampai nasional,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *