Timika (Suaramimika.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mendorong transformasi digital di sektor pendidikan, melalui peluncuran aplikasi PAPEDA di SD Inpres Koperapoka 1.
Peluncuran aplikasi PAPEDA tepat dilakukan pada Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu (2/5/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun menegaskan jika aplikasi pendidikan bertajuk PAPEDA KOP 1 dilakukan dengan tujuan untuk digitalisasi pendidikan.
Di mana, digitalisasi pendidikan kini menjadi kebutuhan mendesak di era globalisasi. Teknologi kata dia bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi telah menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga inovasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Mimika,” ujarnya.
Kehadiran aplikasi PAPEDA merupakan langkah strategis, dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Mimika.
Platform ini sendiri dirancang sebagai media pembelajaran digital yang aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa, sekaligus menjadi ruang bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih modern.
Peluncuran aplikasi PAPEDA juga didukung Plt Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Mimika, Slamet Sutejo.
Ia mengungkapkan jika diluncurkannya aplikasi PAPEDA ini diharapkan sistem pembelajaran di sekolah-sekolah yang ada di Mimika semakin modern dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.
“Ini luar biasa, kami sangat mengapresiasi. Momentum Hari Pendidikan Nasional ini diwarnai dengan launching inovasi PAPEDA KOP 1. Ini keren sekali dan patut dikembangkan,” jelasnya.
Selanjutnya, menurut Slamet, replikasi inovasi menjadi penting agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu sekolah saja, tetapi juga dapat membentuk ekosistem inovasi di seluruh Kabupaten Mimika.
“Kemajuan tidak boleh hanya di satu titik. Harus kita replikasi ke sekolah lain, bahkan lintas sektor seperti kesehatan. Dengan begitu, kita bisa bergerak bersama dan dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat,” katanya.
Inovasi seperti PAPEDA ini lanjutnya diharapkan juga tidak hanya menjadi kebanggaan satu sekolah, tetapi dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi lain di seluruh wilayah Mimika, termasuk di daerah pegunungan dan pesisir.
“Kemajuan harus merata, bukan hanya di kota, tetapi juga di wilayah gunung dan pesisir,” pungkas Slamet. (Sitha)















