Olahraga

Freeport Grassroots Tournament 2026 di Jayapura Kembangkan Bakat Sepak Bola Anak-anak Papua

×

Freeport Grassroots Tournament 2026 di Jayapura Kembangkan Bakat Sepak Bola Anak-anak Papua

Sebarkan artikel ini
SSB Putra Yeabhu meraih juara pertama pada kategori U-12, diikuti SSB Nafri sebagai juara kedua, SSB Batik di tempat ketiga, dan SSB Waena sebagai Juara keempat Freeport Grassroot Tournament 2026 di Jayapura.

Jayapura (Suaramimika.com) – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI), terus mengembangkan bakat sepak bola usia dini di Papua melalui Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026 yang berlangsung di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, pada Jumat (17/4/2026) dan Sabtu (18/4/2026).

“Saya mengapresiasi partisipasi PT Freeport Indonesia, yang selalu mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Kepercayaan ini memperkuat komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini, baik melalui kompetisi, kolaborasi, maupun pelatihan pelatih berkualitas yang sangat penting dan memberi pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Selasa (21/4/2026).

Senior Vice President (SVP) Community Development PTFI Nathan Kum mengatakan PTFI terus mendukung pengembangan SDM Papua menuju Papua Unggul, salah satunya melalui olahraga.

“Kompetisi ini menjadi ruang belajar penting bagi anak-anak untuk memahami nilai sportivitas, fair play, dan respect atau saling menghormati sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter,” kata Nathan.

Ia mengatakan melalui turnamen ini, PTFI ingin menghadirkan pengalaman bertanding yang berkualitas, menjunjung disiplin, kejujuran, dan semangat kebersamaan.

“Kami berharap anak-anak pulang dengan rasa gembira, mental yang lebih kuat, serta motivasi untuk terus berlatih dan berkembang,” katanya.

Setiap tahun, FGT berlangsung di Kota Jayapura, Provinsi Papua dan Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Turnamen ini memperebutkan gelar juara untuk kategori U-10 dan U- 12, serta penghargaan fair play untuk masing-masing kategori.

Secara format, kompetisi menggunakan sistem 7 lawan 7, dengan setiap tim diperbolehkan mendaftarkan maksimal 15 pemain. Pertandingan berlangsung dalam durasi 2 x 15 menit dengan waktu istirahat selama 5 menit, serta menerapkan pergantian pemain tanpa batas.

Turnamen berlangsung secara intensif selama dua hari.

Pada kategori U-10, SSB Nafri keluar sebagai juara 1, disusul SSB Orion Star Sentani di posisi kedua, SSB Tunas Muda Hamadi sebagai juara ketiga, dan SSB Volta PLN di peringkat keempat.

Sejumlah penghargaan individu juga diberikan sebagai bentuk apresiasi, yakni Best Player kepada Arkiles Fonataba (SSB Tunas Muda Hamadi), Best Goalkeeper kepada Herman Isak Manggaprouw (SSB Nafri), serta Team Fairplay diraih oleh SSB Petra Sentani.

Pada kategori U-12, SSB Putra Yeabhu meraih juara pertama, diikuti SSB Nafri sebagai juara kedua, SSB Batik di tempat ketiga, dan SSB Waena sebagai Juara keempat.

Penghargaan individu U-12 diberikan kepada Sem Stenly Neymar Msen (SSB Nafri) sebagai Best Player, Frits Tokoro (SSB Putra Yeabhu) sebagai Best Goalkeeper, serta Team Fairplay diraih oleh
SSB Nafri.

Selain turnamen sepak bola, dalam FGT 2026 juga dibagikan 300 pasang sepatu sepak bola untuk SSB di Jayapura, 400 sepatu sepak bola untuk SSB di Timika, dan 300 sepatu sepak bola untuk SSB di Gresik.

“Saya senang mengikuti kegiatan FGT ini, karena saya mendapat sepatu bola baru. Saya jadi lebih semangat berlatih,” kata peserta FGT dari SSB Volta, Dominic Pahabol.

FGT 2026 di Jayapura diikuti lebih dari 300 anak dan merupakan pelaksanaan ketiga setelah mulai digelar dua tahun lalu.

“Pembinaan yang dilakukan Freeport Indonesia ini luar biasa.Apalagi melalui akademi sepak bola yang ada di Freeport, sudah banyak yang pemain yang berkesempatan ke luar negeri. Ini menjadi bukti nyata kontribusi PTFI yang bekerja sama dengan PSSI dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia Timur, khususnya di Papua” ujar Ketua PSSI Papua, Benhur Tomi Mano.

Ia berharap kepada para orang tua terus mendukung dan mendorong anak-anak yang memiliki potensi di bidang sepak bola.

“Potensi tersebut tidak hanya untuk Papua, tetapi juga untuk Indonesia agar bisa berjaya di kancah sepak bola dunia kedepannya,” paparnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *