Timika (Suaramimika.com) – Keterbatasan fasilitas sekolah hingga persoalan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang belum sepenuhnya tertata, tidak menjadi halangan bagi Bupati Mimika, Johannes Rettob, untuk menegaskan komitmennya membenahi sektor pendidikan.
“Kita akan terus berjuang, jangan dipaksa langsung sempurna. Saya selalu menyampaikan pentingnya perbaikan pendidikan di Mimika, tapi ini butuh proses,” ujar Bupati Rettob, pada Jumat (24/4/2026).
Upaya untuk meningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Mimika kata Rettob, juga masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar, terutama terkait kesiapan infrastruktur dan administrasi sekolah.
Adapun kendala yang dihadapi sepeti pada pelaksanaan ujian berbasis online atau Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menjadi salah satu tantangan tersendiri.
Tantangan ini kata dia, dikarenakan belum semua sekolah memiliki fasilitas pendukung yang memadai.
Untuk persoalan ini Dinas Pendidikan, terus berupaya membantu sekolah-sekolah dengan berbagai cara.
“Kita sekarang sudah ujian online, tapi tidak semua sekolah punya fasilitas. Makanya kami harus titip sana, titip sini supaya bisa berjalan,” jelas Rettob.
Selain persoalan fasilitas pendukung di sekolah yang belum memadai, ada juga masalah Dapodik juga menjadi perhatian serius.
Sampai saat ini masih ada sekolah yang belum ujar terdaftar secara resmi karena belum mengantongi izin operasional, sehingga berdampak pada status administrasi siswa.
“Ada sekolah yang Dapodiknya belum keluar, karena izin operasionalnya belum ada. Ini jadi masalah besar yang harus kita selesaikan,” katanya.
Masalah Dapodik ini contohnya, seperti siswa telah menjalani pendidikan selama satu tahun, namun belum tercatat dalam sistem. Hal ini tentu akan berpotensi memengaruhi pengakuan masa belajar mereka secara formal.
“Kalau sekolah tiga tahun, tapi di Dapodik hanya tercatat dua tahun, berarti tidak diakui sebagai sekolah tiga tahun. Ini yang jadi pekerjaan rumah kita,” tegas Rettob.
Tak hanya itu, perhatian terhadap kesejahteraan dan kondisi guru juga menjadi bagian dari evaluasi pemerintah daerah dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan secara menyeluruh.
Rettob menambahkan, berbagai langkah akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk memperbaiki sistem pendataan dan memastikan seluruh sekolah terakomodasi dalam sistem pendidikan nasional.
“Kita terus berusaha, ini bukan hal mudah, tapi pasti kita benahi satu per satu,” pungkas Rettob. (Sitha)















