Pendidikan

Perdana, Sekolah Integral Hidayatullah Timika Gelar Workshop Full Day Pesantren Lansia Husnul Khatimah

×

Perdana, Sekolah Integral Hidayatullah Timika Gelar Workshop Full Day Pesantren Lansia Husnul Khatimah

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Ketua MUI Mimika, Ustadz KH. Muh Amin, pengurus Ponpes Hidayatullah, panitia dan peserta workshop full day pesantren Lansia Husnul Khatimah, Minggu (2/8/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LMPM) Sekolah Integral Hidayatullah untuk pertama kalinya mengadakan Workshop Full Day Pesantren Lanjut Usia (Lansia) Husnul Khatimah dengan tema :“Menanam kebaikan, menuai ketenangan, jalan panjang menuju husnul khatimah”.

Workshop berlangsung di Graha Al-Sjufri Ponpes Hidayatullah Jalan.Poros Mapurujaya KM.09 Timika, Minggu (2/8/2026).

Ads

Workshop ini menghadirkan nara sumber yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mimika, Ustadz KH. Muh. Amin AR, SAg, SPd, MM, MPd, Ustadz Bambang Edi Tilarsono, Ustadz Moh. Ramli, S.KomI dan Ustadz Indra Rizki, SPd.I, MPd.

Ketua Yayasan Pendidikan Hidayatullah Timika, Ustadz Akbar Ridloy mengatakan, tujuan semuanya berkumpul di sini tiada lain adalah untuk mempersiapkan diri semua guna meraih husnul khatimah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju surga”.

Kegiatan ini kata Akbar, terinspirasi dari konsep Sekolah Al Maghfirah di Puncak, Bogor, yang menyelenggarakan pendidikan berkelanjutan mulai dari PAUD hingga PAUN, dari usia dini hingga usia lanjut. Pendidikan, sejatinya adalah perjalanan sepanjang hayat, dari lahir hingga kita dijemput oleh Allah SWT.

“Karena itu, kami berharap kegiatan perdana ini tidak hanya berlangsung satu hari saja. Sesuai namanya “pesantren”, rencananya ke depan kita akan menyelenggarakan selama dua hingga tiga hari dua malam, agar kita benar-benar dapat menikmati suasana pesantren,” jelas Akbar.

Perjalanan menuju Sang Pencipta sebutnya, adalah perjalanan yang sangat panjang. Sebagaimana musafir memerlukan bekal yang cukup, maka siapapun wajib mempersiapkan bekal terbaik.

Sebaik-baik bekal lanjutnya, adalah bekal takwa. Menanam kebaikan berarti menanam amal saleh, membaca Al-Qur’an, memperbaiki ibadah kepada Allah, serta memperindah hubungan dengan sesama, tetangga, dan saudara.

“Apabila kita menanam dengan sungguh-sungguh, insya Allah kita akan memanen ketenangan, bukan hanya ketenangan di dunia, namun ketenangan yang kekal di akhirat kelak,” harapnya.

Ketua LPMP Hidayatullah Timika, Ustadz Rifaid menyampaikan jika umumnya lembaga pendidikan menyelenggarakan layanan untuk jenjang PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA dan perguruan tinggi. Namun pemahaman mereka harus meluas bahwasanya pendidikan sejatinya tidak terbatas hanya pada usia masa sekolah.

“Pendidikan sepanjang hayat juga sangat diperlukan bagi kita yang sudah memasuki usia matang,” jelasnya.

Rifaid berharap, dengan hadirnya wadah ini, keselarasan tujuan antara rumah dan lembaga pendidikan akan semakin kokoh, semakin akrab, dan semakin terjalin erat.

“Tujuan pendidikan bukan hanya menjadi bekal bagi diri sendiri, melainkan juga bekal berharga untuk melaksanakan amanah mulia dalam mendidik generasi penerus kita,” ungkap Rifaid.

Lanjutnya, jika selama ini disadari jika pendidikan sudah berikan dengan baik kepada anak-anak. Namun ketika diperlukan komunikasi, pemahaman bersama, maupun perbaikan antara pihak sekolah dan keluarga, seringkali masih terdapat jarak atau kendala.

“Melalui wadah ini, kami mengajak seluruh bapak ibu peserta, semoga hari ini menjadi awal silaturahmi yang indah, dan di masa mendatang kebersamaan ini akan semakin melekat, semakin erat, dan semakin kokoh,” katanya.

Rifaid menjelaskan jika bukan berarti usia muda tidak akan menghadap-Nya. Semuanya sama-sama sedang menantikan undangan dari Allah SWT.

“Entah saya yang lebih dahulu, atau bapak ibu yang menyusul nanti. Maka persiapkanlah diri sebaik-baiknya kapan pun panggilan itu datang,” kata Rifaid.

Ketua panitia, Ustadzah Evi Hastuti, SAg menjelaskan jika kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan cikal bakal yang kelak akan dikembangkan menjadi wadah yang lebih lengkap yaitu mendirikan pesantren khusus bagi pra-lansia dan lansia yang dilengkapi fasilitas bermalam.

Tujuan besar Hidayatullah tambah Evi, adalah memberikan kesempatan kepada bapak/ibu sekalian untuk menuntut ilmu sepanjang waktu, dalam lingkungan yang Islami, asri, serta menenangkan.

Di dalamnya Hidayatullah akan menghadirkan berbagai keilmuan yang menyejukkan hati, sebagai persiapan bekal yang paling berharga memasuki usia senja, demi meraih husnul khatimah yang didambakan.

Dunia dan segala isinya Papar Evi, sungguh hanya bersifat sementara, singkat, dan lewat seperti kilatan cahaya. Baik itu kesuksesan, kekuasaan, kemakmuran, maupun kebahagiaan yang kita rasakan, semuanya adalah titipan dari Allah SWT, bukan semata hasil usaha atau kehebatan diri sendiri.

Jika diberikan nikmat, itu adalah ujian, apakah akan bersyukur dan tetap rendah hati, atau justru sombong dan melupakan Sang Pemberi.

Selanjutnya, jika datang musibah atau kesulitan, itu pun ujian. apakah akan sabar dan tetap berpegang teguh kepada-Nya, atau menjadi putus asa dan menjauh?.

“Intinya, jangan sampai kita “terbang” terlena sampai lupa daratan, merasa semua ini milik kita sepenuhnya. Semoga kita selalu diberi petunjuk untuk senantiasa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, menjadikan setiap keadaan sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal abadi kelak,” pungkas Evi. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *