Kabar Mimika

Ketua DPRK Mimika : Pansus Tapal Batas Gerak Cepat Selesaikan Persoalan di Kapiraya

×

Ketua DPRK Mimika : Pansus Tapal Batas Gerak Cepat Selesaikan Persoalan di Kapiraya

Sebarkan artikel ini
Primus Natikapereyau

Timika (Suaramimika.com – Tim Panitia Khusus (Pansus) Tapal Batas DPRK Mimika bergerak cepat dalam menyelesaikan persoalan tapal batas di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Mimika, Papua Tengah.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, pada Sabtu (9/5/2026) mengatakan persoalan tapal batas di Kapiraya yang merupakan sengketa wilayah berkepanjangan (antara Mimika, Deiyai, dan Dogiyai) diharapkan bisa segera diselesaikan demi terciptanya situasi aman dan damai bagi masyarakat setempat.

Salah satu komitmen untuk menyelesaikan persoalan tapal batas ini kata Primus, adalah dengan memimpin langsung kunjungan kerja Tim Pansus Tapal Batas DPRK Mimika di Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah pada Jumat (8/5/2026) lalu.

Kata Primus, penanganan persoalan tapal batas ini dilakukan bersama dengan tim dari Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Pemerintah sudah jalan, DPR juga jalan. Tetapi semangat kita supaya persoalan ini cepat terselesaikan. Kita tidak bisa saling mengharapkan, semua harus berjalan bersama,” ujarnya.

Sementara itu kepada tim Pansus penanganan tapal batas DPRK, Politisi Partai Golkar ini memberikan tanggung jawab penuh untuk menjalankan tugas mereka secara maksimal karena masyarakat setempat menginginkan suasana aman dan damai.

Sementara itu, Ketua Tim Harmonisasi (wilayah adat) Kabupaten Mimika, Drs. Ananias Faot beberapa waktu lalu menyebut jika pihaknya sudah melaksanakan Musyawarah Adat penegasan batas wilayah adat dan penetapan titik koordinatnya.

Ananias menyebut jika ini adalah rapat internal bersama tim dan pihak ke tiga (antropolog Universitas Cenderawasih) dengan tokoh masyarakat yang telah melakukan musyawarah.

“Jadi ada tiga titik yang kita prioritaskan yakni titik bagian barat di Potowayburu. Selanjutnya titik bagian tengah di Kapiraya Atas kemudian titik yang paling timur di wilayah Iwaka seperti itu,” katanya.

Tinjauan di lapangan ini laporannya sebut Ananias tidak perlu dilaporkan kepada tim harmonisasi dari daerah tetangga karena merupakan tugas pokok dan fungsi dari tim harmonisasi kabupaten saja.

“Ketika pembentukan itu, masing-masing sudah dibagi tugas. Mimika urus dia punyai, Deiyai urus dia punya dan Dogiyai urus dia punya, kemudian nanti akan diketemukan.
Jadi target kita terakhir di akhir April atau awal Mei sudah clear semua,” ungkapnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *