Timika (Suaramimika.com) – Ketua Koordinator Dewan Hakim Cabang Lomba Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (MKTIQ), Syarif Lacoro didampingi Dr. Yahya Nusa dan Sutriani telah menyelesaikan tugasnya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XIII Tingkat Kabupaten Mimika Tahun 2026.
Pada bidang lomba MKTIQ tahun ini, diikuti oleh empat peserta.
Syarif mengatakan, kesesuaian tema dan materi MKTIQ selaras dengan Tema Umum MTQ ke-XIII yakni “Cahaya Al-Qur’an Pemersatu Jiwa : Meneguhkan Harmoni Menuju Mimika Emas” dan sesuai juga dengan tema nasional yakni mengenai kerukunan umat beragama dan pengelolaan lingkungan hidup.
“Keseluruhan karya peserta telah selaras dengan tema tersebut. Pembahasan mengenai kerukunan secara gamblang mendukung upaya harmoni sosial, sedangkan topik lingkungan mengangkat permasalahan nyata di daerah,” ujar Syarif, Minggu (14/6/2026) di Masjid Baiturrahman SP4.
Kata Syarif, pembahasan isu vokal yang relevan yakni ada salah satu karya menyoroti masalah pengelolaan sampah di Timika, termasuk kebiasaan masyarakat yang cenderung mengikuti tren atau perilaku yang sedang populer meskipun dilarang.
Dari penulisan MKTIQ ini disebutkan solusi yang diulas sesuai dengan penerapan kebijakan sanksi administratif hingga Rp 25.000.000 bagi pembuang sampah sembarangan, disertai tahapan sosialisasi agar memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan.
Dari bidang lomba MKTIQ ini ungkap Syarif, penilaian mendalam dilakukan oleh Dewan Hakim untuk menguji gagasan dan solusi yang diajukan peserta.
Dewan hakim jelas Syarif, menunjukkan penampilan dan kredibilitasnya. Di mana, pada MTQ tahun ini ada hal baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya.
“Dewan Hakim mengenakan pakaian resmi lengkap (jas dan dasi), serupa dengan sidang tesis di perguruan tinggi,” jelas Syarif.
Ini dilakukan kata dia dengan tujuan untuk menunjukkan sikap profesional, kompeten, dan terpercaya dalam menilai karya tulis ilmiah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist.
Dari ajang bidang lomba MKTIQ ini tambah Syarif, ada dukungan langsung juga dari pihak Kementerian Agama yang dikunjungi langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, yang memberikan apresiasi dan dukungan.
Materi karya tulis dinilai sejalan dengan program prioritas pengelolaan keuangan umat, peningkatan kerukunan, serta pengamalan Moderat Beragama guna mencegah paham ekstrem dan memperkuat persatuan.
Lanjut Syarif, untuk para peserta MKTIQ tahun ini memiliki kekhasan yang berbeda dengan daerah lain (seperti Jawa). Di mana, pesertanya umumnya dari kalangan pondok pesantren dengan hafalan luas, peserta di Mimika masih dalam tahap adaptasi awal.
Walaupun masih memiliki keterbatasan dari para peserta yang masih minim referensi jurnal, buku, dan kajian ilmiah yang mendalam dibandingkan standar tingkat provinsi/nasional, namun mereka sudah menunjukkan yang terbaik dari hasil karyanya.
Lanjut Syarif, tahun ini ada yang unik karena terdapat peserta siswa kelas 2 SMA yang mampu bersaing, padahal umumnya peserta berasal dari kalangan mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi dalam batas usia yang ditentukan.
Dengan sistem penilaian dan penetapan pemenang yang menggunakan alat pendeteksi kemiripan tulisan (Turnitin) untuk memastikan keaslian karya.
Penilaian dilakukan oleh 3 Dewan Hakim di bidang masing-masing, lalu hasilnya diakumulasi. Pemenang juara 1, 2, dan 3 akan ditetapkan berdasarkan nilai akhir.
Bagi juara 1 yang akan mewakili ke tingkat Provinsi Papua Tengah selanjutnya akan dilakukan evaluasi lebih lanjut. Jika masih ada kekurangan, akan diadakan pembinaan intensif sebelum ditetapkan kelayakannya, dengan rekomendasi dari LPTQ Mimika.
Dari bidang lomba MKTIQ ini Syarif berharap hasilnya bisa menjadi referensi dan bahan rekomendasi bagi kebijakan daerah serta panduan bagi generasi muda dalam berpikir dan menyampaikan pendapat secara ilmiah.
Selanjutnya dapat melatih kemampuan menulis, penalaran, dan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking).
Terakhir, membentuk generasi muda yang produktif, berpikiran positif, dan menjadi panutan bagi pembangunan Mimika menuju masa depan yang lebih baik.
“Kami berkomitmen bersama LPTQ Mimika akan terus mempersiapkan peserta secara maksimal untuk mempertahankan prestasi di tingkat provinsi,” pungkas Syarif. (Sitha)
















