Timika (Suaramimika.com) – Berhasil meraih 235 poin dari total 7 cabang lomba yang diperlombakan pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XIII Tahun 2026, Distrik Wania menjadi juara umum dan berhak membawa pulang piala bergilir Bupati Mimika.
Ketua Kafilah LPTQ Distrik Wania, Muaz Misfaridin mengatakan, pihaknya mengutus sebanyak 84 peserta yang mengikuti seluruh 7 cabang lomba yang diperlombakan pada MTQ kali ini.
“Alhamdulillah, persiapan kami dilakukan selama kurang lebih dua minggu, melalui proses penelusuran dan seleksi yang terstruktur. Mulai dari tingkat distrik, penyaringan di setiap sekolah dan lembaga, hingga diadakan lomba internal untuk menentukan peserta terbaik. Proses itu kami lalui dengan tertib dan baik,” jelas Misfaridin, Minggu (14/6/2026) usai penutupan MTQ ke-XIII di Masjid Baiturrahman SP4.
Pada pelaksanaan MTQ ke-XIII Tingkat Kabupaten Mimika ini, Misfaridin mengungkapkan jika mereka sangat bersyukur karena peserta kafilah Distrik Wania berhasil meraih predikat Juara Umum.
“Semoga keberhasilan ini dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Distrik Wania, pembinaan generasi muda, penyebaran ajaran Islam, serta kejayaan Kabupaten Mimika secara keseluruhan,” jelasnya.
Dengan meraih predikat juara umum, mereka yakin gelar ini diperoleh karena kesiapan dan kekuatan peserta yang teruji di seluruh cabang lomba dan meraih prestasi di setiap kategori yang dipertandingkan.
Selanjutnya, mengenai langkah ke depan, terutama dalam menghadapi MTQ tingkat Provinsi yang akan diikuti oleh perwakilan Kabupaten Mimika, LPTQ Wania sebutnya akan terus memfokuskan pembinaan.
“Setelah melihat hasil dan potensi yang dimiliki anak-anak kita, kami akan terus membina peserta putra maupun putri, menyiapkan mereka sejak usia remaja agar menjadi kader sumber daya manusia yang andal di Distrik Wania,” ungkapnya.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, generasi ini akan semakin matang dan siap, sehingga kami dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi untuk meraih juara umum kembali di masa mendatang. (Sitha)
















