Timika (Suaramimika.com) – Sebanyak 210 petugas sensus ekonomi resmi melaksanakan Sensus Ekonomi Tahun 2026, yang ditandai dengan pelepasan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, di halaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), Jalan Poros SP 3, pada Senin (29/6/2026).
Para petugas sensus ekonomi ini, nantinya akan memotret kondisi usaha dan pendapatan masyarakat di berbagai sektor.
Kepala BPS Mimika, Dian Sudarmanto KS mengatakan data yang dikumpulkan akan mencakup jumlah pelaku usaha, jenis kegiatan, tenaga kerja, omset, penggunaan teknologi, hingga karakteristik ekonomi lainnya.
Bagi Mimika, hasil sensus memiliki arti strategis sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi daerah, penguatan UMKM, serta pengembangan investasi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Kami tegaskan sensus ini tidak terkait dengan pajak, data tidak akan digunakan untuk pemeriksaan pajak ataupun kepentingan pajak lainnya,” ujar Dian.
Informasi yang diberikan masyarakat kata Dian, hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan. Kerahasiaan data dijamin sesuai Undang – Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, dengan hasil sensus disajikan dalam bentuk data agregat.
Untuk kelancaran pendataan, beeharap dukungan penuh dari Pemkab, perangkat daerah, distrik, kelurahan, kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, asosiasi usaha, serta seluruh pelaku usaha.
“Partisipasi aktif masyarakat akan menentukan keberhasilan sensus ini sebagai pijakan membangun data ekonomi yang kuat dan akurat bagi masa depan Mimika,” jelas Dian.
Sementara itu, Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau mengingatkan bahwa keberhasilan sensus bukan hanya tanggung jawab BPS, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan berbasis data dan bukti (Evidence-based policy).
“Kami harap juga seluruh petugas sensus dapat menjaga integritas, profesionalisme, objektivitas, serta menjunjung tinggi etika dalam melaksanakan tugas di lapangan. Pendataan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, berpedoman pada petunjuk teknis, serta mengedepankan pendekatan santun dan humanis kepada masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, petugas diingatkan untuk menjaga kualitas data, keselamatan kerja, dan membangun kepercayaan masyarakat agar pendataan berjalan lancar, aman, dan sukses.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mempersiapkan kegiatan mulai dari perencanaan, koordinasi, pelatihan, hingga kesiapan personel dan sarana pendukung.
“Kami harapkan sinergi yang terbangun dapat menghasilkan data berkualitas untuk mendukung pembangunan Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Abraham. (Sitha)
















