Religi

Rapat Kerja Daerah LPTQ Papua Tengah Tahun 2026, Susun Agenda Kerja dan Penguatan Konsolidasi Organisasi

×

Rapat Kerja Daerah LPTQ Papua Tengah Tahun 2026, Susun Agenda Kerja dan Penguatan Konsolidasi Organisasi

Sebarkan artikel ini
Ketua LPTQ Papua Tengah, Ukkas, saat memimpin Rakerda LPTQ Papua Tengah Tahun 2026, Rabu (15/7/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 di Sekretariat LPTQ Mimika, Jalan Budi Utomo Ujung, Rabu (15/7/2026).

Rakerda dipimpin langsung Ketua LPTQ Papua Tengah, Ukkas, S.Sos., M.KP. Rakerda ini dihadiri oleh Ketua LPTQ dari 7 kabupaten yaitu Paniai, Puncak Jaya, Puncak, Dogiyai, Deiyai, Nabire, dan Mimika. Sementara itu, Kabupaten Intan Jaya tidak terlibat karena belum memiliki pengurus LPTQ. Juga hadir perwakilan Kementerian Agama.

Ads

Ukkas menjelaskan jika Rakerda ini dibahas sejumlah hal mulai dari penyusunan agenda kerja ke depan serta visi dan misi LPTQ, penguatan konsolidasi organisasi dan kelembagaan, peningkatan mutu pembinaan dan kaderisasi, persiapan menuju MTQ Tingkat Nasional hingga upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dan moderasi beragama di Papua Tengah.

Kegiatan Rakerda ini kata Ukkas, diselenggarakan bertepatan dengan pelaksanaan MTQ pertama Provinsi Papua Tengah di Mimika, pasca pemekaran dari Provinsi Papua.

Lanjut Ukkas, mengingat ini adalah langkah pertama bagi LPTQ Provinsi Papua Tengah, ada harapan besar yang tertuju pada persiapan menuju MTQ Nasional.

Ia telah menekankan dalam rapat teknis maupun orientasi dewan hakim pada MTQ ke-1 Papua Tengah ini, bahwa penentuan juara harus menerapkan standar yang tinggi.

Peserta yang dikirim ke tingkat nasional mutlak harus mencapai standar nilai minimal 90 hingga 100.

“Sekalipun meraih juara tingkat provinsi namun nilainya di bawah standar nasional, peserta tersebut tidak akan dikirimkan hal ini demi efisiensi dan kualitas daya saing,” jelasnya.

Sebagai gambaran tambah Ukkas, pada MTQ sebelumnya di Kendari, perwakilan Papua telah meraih apresiasi dan penghargaan meskipun belum meraih juara utama, namun masuk dalam peringkat harapan.

“Secara umum, posisi kita berada di jajaran 20 besar dari 38 provinsi. Ke depannya, tentu kita berharap peringkat tersebut dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada pembinaan dan kaderisasi yang berkelanjutan. Potensi Qori, Qoriah, Hafiz, hingga Mufassir sesungguhnya tersebar di tingkat kabupaten. Namun, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan pendanaan untuk menjamin keberlangsungan pembinaan.

“Oleh karena itu, kita terus berupaya agar Pemerintah Daerah dapat senantiasa mendukung LPTQ kabupaten dalam membina anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang Al-Qur’an,” pungkas Ukkas. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *