Kabar Mimika

105 Orang di Mimika Ikut Bimtek Kewirausahaan

×

105 Orang di Mimika Ikut Bimtek Kewirausahaan

Sebarkan artikel ini
105 peserta saat mengikuti pembukaan Bimtek Kewirausahaan di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (2/8/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Guna menumbuhkan dan mencetak wirausaha industri baru serta meningkatkan kapasitas pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar lebih tangguh, berdaya saing, dan adaptif terhadap teknologi, Kementerian Perindustrian melibatkan 105 orang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan.

Bimtek kewirausahaan diselenggarakan di Ballroom Hotel Horison Ultima, Rabu (2/9/2026).

105 orang tersebut masing-masing berjumlah 35 orang akan dibekali dengan keterampilan pengolahan kue, service AC dan sablon.

Setelah mengikuti teori, selanjutnya mereka akan praktek di SMK Philadelphia yang lokasi ini sudah dilengkapi dengan peralatan penunjang praktik sesuai bidang pelatihan.

Anggota DPR RI Komisi VII, Jonas Sakir menyampaikan jika Mimika punya potensi ekonomi yang luar biasa besar dan potensi ini harus dikelola untuk menjadi kegiatan ekonomi yang produktif sehingga memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat.

“Dengan demikian, tujuan kita bukan sekadar menciptakan wirausaha baru tetapi membangun suatu ekosistem usaha yang saling mendukung, saling menguatkan, dan tumbuh bersama,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI, kata Sakir, bersama mitra Kementerian Perindustrian, mereka akan terus mendorong agar program pengembangan industri ini terus hadir, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Tengah khususnya Kabupaten Mimika.

“Semoga dari tempat ini lahir pengusaha-pengusaha hebat anak Mimika yang mandiri, berdaya saing, dan membawa kemajuan bagi tanah kelahiran kita tercinta,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Industri Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Reny Meilany mengatakan, semua tahu betul bahwa Kabupaten Mimika adalah daerah yang luar biasa kaya.

PDRB di Mimika mencapai lebih dari Rp 131 triliun rupiah angka yang membuat Mimika menjadi salah satu penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia Timur. Namun disadari satu hal sekitar 80% lebih masih bergantung pada satu sektor saja, yaitu pertambangan dan penggalian.

Kekayaan yang besar itu tentu milik bersama, tetapi jika hanya bertumpu pada satu sumber, maka ekonomi kita tetap rentan.

Itulah sebabnya kata Reny, kegiatan hari ini sangat penting, sangat strategis, dan sangat mendesak. Karena kita sedang menanam benih untuk masa depan yaitu Industri Kecil dan Menengah yang akan menjadi penopang ekonomi baru Mimika.

Di berbagai daerah, tambah Reny, Industri Kecil dan Menengah (IKM) seharusnya menjadi tonggak utama perekonomian.

“Kita semua menyaksikan sendiri saat pandemi COVID-19 kemarin, bahkan saat badai resesi ekonomi melanda yang paling kuat bertahan, yang mampu menyelamatkan perekonomian Indonesia justru adalah para pelaku IKM,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *