Kabar Mimika

Alun-alun Kota Timika Bakal Dibangun Pada Lahan Seluas 400 x 400 meter Persegi

×

Alun-alun Kota Timika Bakal Dibangun Pada Lahan Seluas 400 x 400 meter Persegi

Sebarkan artikel ini
Kawasan Pohon Jomlo yang direncanakan akan dibangun alun-alun kota Timika.

Timika (Suaramimika.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika memulai perencanaan pembangunan alun-alun kota di Tahun 2026 ini.

Pekerjaan pembangunan alun-alun kota Timika dimulai dengan kegiatan seminar pendahuluan perencanaan bundaran pohon jomblo.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Innosensius Yoga Pribadi mengatakan, perencanaan pembangunan Alun-alun kota akan dibangun di atas tanah dengan luas 400 kali 400 meter persegi.

“Perencanaan alun-alun kota ini akan dibangun di atas tanah dengan luas 400 kali 400 meter persegi,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Nantinya, unsur budaya dan kearifan lokal Mimika menjadi poin wajib yang harus diintegrasikan ke dalam desain alun-alun. Selain nilai filosofis seperti konsep Smart City dan harmoni kawasan, aspek teknis di lapangan juga menjadi perhatian utama.

“Kami menekankan kepada konsultan, agar konsep ini tidak sekadar menjadi wacana, tetapi betul-betul dapat diaplikasikan. Hal teknis seperti uji sondir tanah untuk kekuatan konstruksi serta analisis rekayasa lalu lintas baik arus kendaraan maupun pejalan kaki harus diperhitungkan secara matang,” jelas Yoga.

Nantinya, alun-alun kota ini diproyeksikan sebagai pusat kegiatan positif masyarakat dengan dilengkapi dengan fasilitas olahraga, pusat kuliner, hingga ruang hiburan publik.

Sementara itu, waktu pelaksanaan pembangunan, kata Yoga, melalui proses perencanaan yang ditargetkan rampung dalam masa kontrak tiga bulan yang telah berjalan sejak Juni.

“Nanti hasil masukan dari seminar pendahuluan ini akan ditindaklanjuti pada tahapan seminar antara hingga seminar akhir,” katanya.

Terkait besaran anggaran pembangunan, ungkap Yoga, belum menentukan estimasi angka pasti. Hal ini disebabkan perincian kebutuhan material, seperti penggunaan bahan perunggu atau tembaga untuk monumen, masih dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan.

“Setelah perencanaan rampung di seminar akhir, kami berharap ketersediaan anggaran dapat dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya. Pembangunan fisik nantinya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan dana daerah,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *