Timika (Suaramimika.com) — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika tengah menunggu pelaksanaan fisik untuk program percetakan sawah seluas 7.000 hektare melalui Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala (DTPHP) Mimika Abdul Haris Sudharmono, SP., M.Si., mengungkapkan, program percetakan sawah didanai melalui kontrak dari Kementerian Pertanian yang dikerjakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
“Ada 7.000 hektare yang sudah didesain oleh ITS Surabaya yang mendapatkan kontrak dari Kementerian Pertanian,” ujar Abdul Haris, Senin (15/9/2026).
Lokasi percetakan sawah ini tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Distrik Iwaka hingga Mimika Timur.
Abdul Haris menegaskan bahwa program ini tidak akan menimbulkan sengketa atau ganti rugi lahan, karena lahan yang dibuka merupakan milik masyarakat yang memang meminta untuk dijadikan lahan sawah.
“Jadi sebelum dilakukan desain kemarin, kita buat yang namanya CPCL (Calon Petani Calon Lahan) dan kita usulkan ke pusat. Yang terpenting itu bahwa tidak ada ganti rugi lahan, karena lahan yang kita buka adalah lahan masyarakat yang minta dibukakan lahan sawah,” jelasnya.
Bantuan dari pemerintah pusat kata Haris, tidak hanya mencakup pembukaan lahan cetak sawah dan irigasi, tetapi juga meliputi Pemberian alat mesin pertanian (alsintan), bantuan pupuk, dolomit, dan benih.
Penampungan hasil panen nantinya akan dibeli oleh pemerintah melalui Bulog
Distrik Iwaka menjadi salah satu titik terbesar dalam program ini karena didukung oleh ketersediaan eksisting sawah (SP5 dan SP7).
Selain itu, pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan pemeliharaan lahan produktif yang sudah ada serta menjaga ketahanan pangan lokal seperti sagu dan umbi-umbian.
Pihak DTPHP tambah Haris, berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Mimika melalui kolaborasi lintas sektor mulai dari penyediaan sarana prasarana, perindukan pasar, hingga kerja sama dengan koperasi dan UMKM dalam pengolahan hasil panen.
Dengan dukungan anggaran besar dari pusat serta pengawalan ketat di tingkat daerah, DTPHP Mimika tambah Haris, optimistis program cetak sawah seluas 7.000 hektare ini dapat berjalan lancar demi memperkuat ketahanan pangan nasional maupun lokal di Kabupaten Mimika. (Sitha)













