Timika (Suaramimika.com) – Aksi pemalangan jalan secara spontan terjadi di dua titik wilayah Kabupaten Mimika, yakni Kampung Kaugapu, dan pertigaan Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, pada Selasa (15/9/2026).
Aksi massa ini dipicu oleh beredarnya informasi di media sosial Facebook mengenai dugaan penculikan terhadap anak sekolah oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).
Data kepolisian menyebut peristiwa itu bermula sekitar pukul 08.50 WIT, saat Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumalena, menerima laporan masyarakat terkait adanya pemalangan jalan di Kampung Kaugapu, RT 04.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek bersama personel Polsek Mimika Timur, langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 09.55 WIT.
Setibanya di Kaugapu pukul 10.00 WIT, petugas menemukan jalan dipalang menggunakan kayu balok. Warga terprovokasi kabar mengenai penghadangan anak sekolah oleh oknum bermobil Avanza hitam tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
Petugas kemudian melanjutkan perjalanan menuju pertigaan Kampung Mioko pukul 10.05 WIT dan tiba pukul 10.35 WIT, dimana akses jalan telah lumpuh total akibat barikade batang dan ranting pohon dari hutan.
Saat memediasi warga di pertigaan Mioko, sempat beredar isu bahwa seorang pelajar hilang diculik.
Namun, setelah penelusuran lapangan bersama warga dan penanganan medis oleh Kepala Puskesmas Atuka di Pustu Mioko, fakta lapangan meluruskan rumor tersebut,
Empat pelajar yang menjadi sasaran penghadangan yakni GM(16), FM (17), VE (16), dan PM (19).
Modusnya, Sekitar pukul 06.30 WIT, saat para siswa menunggu bus sekolah di pertigaan Mioko, tiba -tiba datanglah dua unit mobil Avanza hitam tanpa TNKB mendekat dari arah SP 5.
Saat itu lima orang pria berbadan kekar menggunakan topeng sebo, pakaian, serta sarung tangan hitam turun sambil menyelipkan parang di pinggang dan mengejar para siswa tanpa mengeluarkannya kata-kata.
Keempat siswa berhasil melarikan diri kembali ke kampung, dan bersembunyi di dalam hutan hingga situasi aman.
Seluruh korban dipastikan selamat dan tidak mengalami luka fisik atau pembacokan seperti isu yang beredar, meskipun mengalami trauma pasca kejadian.
Setelah memastikan seluruh korban dalam kondisi selamat, Kapolsek Mimika Timur memberikan imbauan persuasif kepada warga di kedua titik pemalangan.
Akhirnya pemalangan di pertigaan Mioko Longpon berhasil dibuka secara sukarela oleh warga. Petugas kemudian kembali ke Kampung Kaugapu pada pukul 12.55 WIT untuk menjelaskan secara langsung bahwa kabar penganiayaan dan penculikan tersebut tidak benar.
Sehingga pemalangan di Kampung Kaugapu resmi dibongkar, arus lalu lintas kembali normal, dan situasi wilayah tersebut dalam keadaan aman terkendali. (Yero)













