Timika (Suaramimika.com) – Jenazah Jorianud Yolemal, korban penganiayaan di SP3 akhirnya dikremasi secara adat di Kwamki Narama pada Minggu (27/9/2026).
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki mengatakan bahwa pukul 10.57 WIT personil Polsek Kwamki Narama menjemput jenazah di perempatan Jalan Waanal, yang sebelumnya dikawal oleh personil Polsek Kuala Kencana dari RSMM Caritas. Selanjutnya dikawal ke Kwamki Narama.
Kemudian pada pukul 11.03 WIT Jenazah tiba di lokasi, kemudian disiapkan untuk prosesi kremasi.
Kapolsek menjelaskan, selama proses kremasi berlangsung, terjadi provokasi dari kedua kelompok.
“Situasi semakin tidak terkendali, karena kedua kubu saling melakukan provokasi, sehingga personil Polsek bersama petugas RSMM caritas keluar dari lokasi,” jelas Iptu Sawaki.
Kapolsek juga menguraikan bahwa jumlah korban meninggal dunia terkait konflik sosial di Distrik Kwamki Narama sebanyak 26 orang, dengan rincian kelompok Niwigalen sebanyak 12 orang dan kelompok Dang sebanyak 14 orang.
Sehingga kata Kapolsek, saat ini pihak kepolisian mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi saling serang yang agresif antar kedua kelompok masyarakat.
Untuk diketahui korban meninggal dunia, setelah dianiaya dengan menggunakan senjata tajam di SP3 pada Sabtu (26/9/2026) kemarin.
Jenazah korban, kemudian dievakuasi oleh pihak kepolisian ke rumah sakit untuk penanganan medis. (Yero)















