Papua Tengah

Pengawasan Kesehatan Sapi di Mimika: Karantina Papua Tengah Turun Tangan Cegah Penyakit Ternak

×

Pengawasan Kesehatan Sapi di Mimika: Karantina Papua Tengah Turun Tangan Cegah Penyakit Ternak

Sebarkan artikel ini
Petugas dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah sedang melakukan pengambilan sampel ternak sapi di Mimika untuk pemantauan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Timika (Suaramimika.com) — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) memperketat langkah mitigasi kesehatan hewan di Kabupaten Mimika.

Berdasarkan rilis Karantina Papua Tengah, Rabu (7/10/2026) Nomor : 110/BKHIT-PT/10/2026, disebutkan jika langkah proaktif ini diwujudkan melalui pelaksanaan Pemantauan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung sejak September hingga Oktober 2026.

Ads

Fokus pemantauan dipusatkan di tiga wilayah distrik utama, yaitu Mimika Baru, Mimika Timur, dan Wania. Dengan menyasar populasi sapi sebagai media pembawa, petugas di lapangan memantau secara ketat tiga ancaman penyakit utama yakni Bovine Mycobacterium Tuberculosis Complex (MTBC) dan Brucellosis atau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim medis dan pengawas karantina melakukan pemeriksaan fisik serta pengambilan sampel secara langsung. Sebanyak 57 sampel berhasil dikumpulkan untuk selanjutnya menjalani serangkaian uji laboratorium guna memastikan status kesehatannya.

Keberhasilan pengawasan ini didukung penuh oleh kolaborasi lintas instansi. Karantina Papua Tengah menggandeng Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, serta Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah untuk memperkuat pertukaran data dan pemetaan situasi penyakit pada hewan maupun manusia di wilayah Timika dan Nabire.

Sampel yang terkoneksi dari lapangan nantinya akan diuji secara komprehensif di tiga fasilitas laboratorium berbeda untuk akurasi maksimal yakni di Laboratorium Karantina Papua Tengah, Balai Besar Veteriner Maros (BBVet Maros) dan Balai Veteriner Jayapura (BVet Jayapura).

Hasil dari pengujian laboratorium ini nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dan instansi berwenang dalam memetakan profil kesehatan hewan di Papua Tengah.

Lebih dari itu, data tersebut berfungsi sebagai landasan pengambilan kebijakan pengawasan lanjutan guna mengantisipasi potensi penularan penyakit sejak dini.

Melalui pengawasan yang terpadu dan berkelanjutan ini, Karantina Papua Tengah berkomitmen untuk terus melindungi sektor peternakan lokal, menjaga produktivitas ternak warga, serta membentengi wilayah Papua Tengah dari ancaman penyebaran HPHK yang dapat merugikan masyarakat luas. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *