Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Project PASTI-Papua (yang diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia) serta Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Papua menggelar Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan pada Balita dan Anak Prasekolah bagi Tenaga Kesehatan di Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 5 November 2026 di Ballroom Hotel Horison Diana ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di layanan primer agar mampu melakukan pencegahan stunting secara optimal.
Kepala Seksi (Kasie) Gizi Dinkes Mimika, Hasmawati K. S.KM, M.Kes menyampaikan, periode janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun (1000 HPK) merupakan fase emas yang sangat menentukan masa depan anak.
Pola pengasuhan yang responsif, pemenuhan gizi melalui pemberian makan yang sesuai rekomendasi, stimulasi tumbuh kembang yang tepat, serta lingkungan yang bersih menjadi intervensi spesifik yang krusial dalam pencegahan stunting.
“Melalui pelatihan ini, tenaga kesehatan diharapkan mampu mendeteksi secara dini adanya gangguan pertumbuhan maupun keterlambatan perkembangan pada anak, sehingga tindakan intervensi dan rujukan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” jelas Hasma.
Hasma menyebut jika pelatihan ini diikuti oleh perwakilan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas pendamping proyek PASTI-Papua maupun puskesmas non-pendamping yakni dari Puskesmas Warse (Kabupaten Asmat) 3 orang, Puskesmas Timika 3 orang, Puskesmas Wania 3 orang, Puskesmas Mapuru Jaya 3 orang, Puskesmas Ayuka 3 orang, Puskesmas Manasari 3 orang, Puskesmas Timika Jaya 2 orang, Puskesmas Pasar Sentral 2 orang, Puskesmas Kwamki Narama 2 orang, Puskesmas Atuka 3 orang,
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika 2 orang
serta melibatkan fasilitator, pengendali pelatihan IT dari Bapelkes Papua, panitia, narasumber, dan tim PASTI-Papua.
Melalui pelatihan berdurasi kurang lebih 8 hari ini, para peserta dibekali materi mendalam mengenai Pelayanan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), konseling tumbuh kembang, serta tata cara pemberian makan yang benar pada balita dan anak prasekolah.
Adapun kata Hasma, hasil utama yang ingin dicapai dari kegiatan ini meliputi peningkatan pengetahuan. Nakes diharapkan dapat memahami konsep dasar SDIDTK, pencatatan, pelaporan, hingga monitoring dan evaluasi.
Kemudian, peserta mampu melakukan simulasi deteksi dini serta konseling gizi secara langsung, yang nantinya wajib diterapkan di posyandu, fasilitas kesehatan, maupun di tengah masyarakat.
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika berharap mutu layanan kesehatan ibu dan anak di Bumi Amungsa Kamoro dapat terus meningkat, demi mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” pungkas Hasma. (Sitha)















