Kesehatan

Jumlah Pasien Cuci Darah di RSUD Mimika Alami Peningkatan di Tahun 2025

×

Jumlah Pasien Cuci Darah di RSUD Mimika Alami Peningkatan di Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Gedung IRD di RSUD Mimika.

Timika (suaramimika.com) – Jumlah pasien Hemodialisis (cuci darah), yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika di Tahun 2025 mengalami kenaikan yang signifikan.

Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu, Sp.THT-KL, M.Kes, mengatakan, peningkatan itu sebesar 28 persen, dari 47 pasien pada tahun 2024, menjadi 60 pasien pada tahun 2025.

“Untuk proses hemodialisis, pihak rumah sakit memiliki 10 unit mesin HD, di mana 9 unit dikhususkan bagi pasien non-infeksi dan 1 unit disiapkan khusus untuk pasien dengan kondisi infeksi guna mencegah penularan,” jelasnya pada Kamis (6/2/2026).

Untuk pasien yang akan melakukan cuci darah, biaya 100 persen ditanggung BPJS Kesehatan, selama pasien mengikuti alur rujukan yang berlaku dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Hampir seluruh pasien cuci darah, kami menggunakan jaminan BPJS Kesehatan. Tidak ada pembayaran tambahan sama sekali, selama mengikuti prosedur rujukan yang benar,” ucap dr. Anton.

Adapun penyebab utama pasien harus menjalani cuci darah adalah penyakit tidak menular, yang tidak tertangani dengan baik seperti Diabetes Melitus (Kencing Manis), Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi).

“Kami sangat berharap masyarakat teredukasi. Jika sudah di diagnosis DM atau hipertensi, wajib melakukan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan agar fungsi ginjal tetap terjaga,” ungkapnya.

Adapun pasien yang cuci darah tambahnya, bukan akhir dari segalanya karena ada perbedaan besar antara kondisi ginjal kronis dan akut.

“Contohnya penyakit malaria berat bisa menyebabkan gagal ginjal akut yang bersifat reversible (dapat kembali normal) setelah menjalani prosedur cuci darah,” beber dr. Anton.

Untuk melayani pasien cuci darah, RSUD juga tambah dr. Anton, memberikan layanan bagi pasien Orang Asli Papua (OAP) kategori tidak mampu, yaitu layanan antar-jemput.

Layanan tambahan ini selain untuk meringankan beban pasien, juga bertujuan agar pasien dapat menjalani hemodialisis secara teratur sesuai dengan jadwal yang telah dibuat oleh dokter.

“Layanan tambahan yang diberikan kepada pasien orang asli Papua adalah layanan antar-jemput, hal ini bertujuan agar pasien dapat menjalani hemodialisis sesuai jadwal yang diberikan oleh dokternya” pungkas Anton. (Sitha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *