
Timika (suaramimika.com) – Guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2027 M, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar operasi pasar murah di halamanan gedung Eme Neme Yauware pada Selasa (17/3/2026)
Dengan memberikan subsidi harga mulai dari Rp 5000 sampai Rp 20.000, ribuan masyarakat menyerbu area pasar murah yang menyediakan kurang lebih 20 jenis bahan pokok.
Pada kegiatan operasi pasar murah kali ini, Disperindag bekerja sama dengan setidaknya 15 distributor mulai beras, telur, ayam beku, gula, sirup, minuman kaleng, bawang merah, bawang putih dan kebutuhan bahan pokok lainnya.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Keuangan Setda Mimika, Santi Sondang menyebut bahwa menjelang Idul Fitri umumnya terjadi peningkatan kebutuhan bahan pokok yang berdampak pada naiknya harga di pasaran.
“Melalui kegiatan operasi pasar murah ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat,” ujar Santi.
Ia menjelaskan, operasi pasar murah merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi daerah.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengapresiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta seluruh pihak yang terlibat, termasuk distributor dan pelaku usaha, atas kontribusinya dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok di daerah.
Sementara itu, Kepala Disperindag Mimika, drh. Sabelina Fitriani mengatakan, operasi pasar murah ini digelar dengan tujuan untuk menjaga kestabilan harga jelang hari raya.
“Pemkab punya kepedulian menjelang hari raya untuk masyarakat yang akan berbelanja. Semoga harga-harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat,” ungkap Sabelina.
Melalui operasi pasar murah ini, Sabelina berharap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan karena harga sangat terjangkau.
Pemkab tambah Sabelina, memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membeli bahan pokok yang biasanya meningkat menjelang hari raya untuk memenuhi kebutuhan.
Lanjut Sabelina, selain untuk stabilkan harga, operasi pasar murah juga dilaksanakan untuk mengendalikan inflasi.
Disperindag tambahnya, juga rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran. Dari pemantauan ini sendiri didapati sejauh ini tidak ada kenaikan harga. Untuk itulah, Sabelina berharap baik distributor maupun pengecer juga tidak naikkan harga barang.
“Tidak ada kenaikan harga barang. Jadi kami harap juga baik distributor maupun pengecer tidak menaikkan harga,” jelasnya.
Untuk diketahui, operasi pasar murah seperti ini juga masih akan diselenggarakan selama dua kali lagi yakni menjelang hari raya Nyepi dan Paskah.
Bahkan besok operasi pasar murah juga akan diselenggarakan di SP2 yakni di pelataran Masjid Baiturrahman. (Sitha)













