Timika (suaramimika.com) – Di tengah fluktuasi ekonomi dan lonjakan harga emas dunia, kesadaran warga Mimika dalam menunaikan kewajiban zakat justru menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mimika mencatatkan pencapaian gemilang, dalam pengelolaan dana umat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M.
Berdasarkan data yang di rilis, total penghimpunan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Fidyah (ZIS-D) tahun ini mencapai angka fantastis, yakni Rp 2.091.962.000.
Angka ini melonjak tajam dibandingkan perolehan tahun 2025 (1446 H) yang berada di angka Rp 1,4 Miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 49,4 persen.
Rincian Penghimpunan Dana Umat
Ketua BAZNAS Kabupaten Mimika, H. Juma’ Aziz, melalui Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Absir Budi Hamzah, SE., M.Pd, pada Senin (23/3/2026) merincikan komposisi perolehan dana tersebut sebagai berikut: Zakat Fitrah: Rp 969.958.000, Zakat Mal : Rp 275.597.000, Infaq & Sedekah: Rp 763.396.000, Fidyah: Rp 83.011.000 dan Zakat Beras: 87.337 kilogram.
Dana tersebut dihimpun dari 13.859 jiwa Muzakki (pembayar zakat), dan telah disalurkan secara tepat sasaran kepada 5.270 jiwa Mustahik (penerima zakat) di seluruh wilayah Kabupaten Mimika.
H. Absir menjelaskan bahwa dari total 90 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di masjid, lembaga, dan instansi, sebanyak 69 UPZ telah resmi menyetorkan laporannya ke BAZNAS.
“Laporan yang masuk merupakan kategori Off Balance Sheet, artinya dana tersebut dihimpun dan langsung disalurkan oleh UPZ di lokasi masing-masing kepada yang berhak. Sementara untuk laporan On Balance Sheet yang dihimpun langsung melalui Posko BAZNAS Mimika dan Sebagian yang belum tersalurkan dari UPZ-UPZ yang ada di Mimika tercatat sebesar Rp210 Juta,” jelas H. Absir.
Pencapaian ini kata Absir tergolong luar biasa mengingat kondisi ekonomi saat ini, di mana harga emas sebagai patokan Nishab zakat mal mengalami kenaikan hampir 200 persen. Secara logika, kenaikan harga emas seharusnya membuat ambang batas wajib zakat semakin tinggi dan jumlah pembayar zakat mal berkurang.
“Alhamdulillah, meskipun harga emas naik hampir dua kali lipat yang secara otomatis meningkatkan standar Nishab, laporan zakat kita justru meningkat. Ini adalah bukti nyata bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS Mimika mulai membaik dan sosialisasi yang kami lakukan membuahkan hasil,” tambah H. Absir.
Optimisme Indeks Zakat Nasional (IZN) Keberhasilan penghimpunan tahun ini diharapkan menjadi katalisator bagi perbaikan tata kelola zakat di Mimika secara berkelanjutan. BAZNAS berkomitmen untuk terus mendorong UPZ yang belum aktif melapor agar segera bersinergi demi akurasi data kemandirian ekonomi umat.
“Kami berharap dengan tren positif ini, Indeks Zakat Nasional (IZN) Kabupaten Mimika akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Terima kasih kepada seluruh Muzakki yang telah mengamanahkan zakatnya, semoga Allah melipatgandakan keberkahan bagi kita semua,” pungkas Absir. (Sitha)















