Timika (Suaramimika.com) – Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA memimpin ibadah singkat, dan memberkati peletakkan batu pertama pembangunan Wisma Unio.
Setelah ibadah singkat, Uskup dan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong serta Ketua YPMAK, Leonardus Tumuka meletakkan batu pertama pembangunan Wisma Unio di Kompleks Keuskupan Timika di Jalan Cenderawasih, pada Jumat (17/4/2026).
Wisma Unio Keuskupan Timika atau tempat tinggal, pertemuan, dan pembinaan rohani bagi para imam diosesan (Projo/Pr) di Keuskupan Timika, Papua ini ke depan akan digunakan untuk rapat pengurus, retret, dan kegiatan pastoral imam.
Wabup Kemong mengatakan, pemerintah hadir untuk umat dan rakyat. Jadi apapun yang dilakukan oleh umat dari berbagai agama, kata Kemong, pemerintah memiliki kewajiban untuk membantu.
Pembangunan Wisma Unio ini kata Kemong, disambut baik oleh pemerintah agar pastor bisa tinggal di satu tempat.
“Pastor ini harus diberikan tempat yang baik didalam menjalankan tugasnya, untuk pergumulan iman umat. Sebagai anak putra di sini, saya dan pak bupati akan mendukung pembangunan wisma Uneo ini,” jelasnya.
Ia berharap proses pembangunan wisma ini bisa berjalan dengan baik. Dan sementara itu, mengenai proposal bantuan pembangunan akan dibahas selanjutnya oleh Pemkab.
Sementara itu, Uskup Bernardus menyebut pembangunan wisma Unio ini adalah sebagai bentuk komitmen spiritualitas imam/projo untuk melayani Tuhan. Rumah Unio ini akan menjadi tempat untuk berdiskusi, berdoa serta berbagi suka dan cita.
“Kita butuh dukungan dari semua pihak. Secara pribadi saya mengundang umat untuk memberi dukungan lewat doa untuk proses pembangunan bisa berjalan dengan baik dan sukses,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Unio Keuskupan Timika, Pastor Rufinus Madai, Pr menyebut ia melihat Keuskupan Timika adalah daerah yang paling luas sehingga menyebabkan imam/projo jarang bertemu karena tidak ada tempat tinggal di sini.
“Kami merasa ini tidak baik karena imam/projo terpencar ketika pelayanan di sini, ada yang bermalam di keluarga dan rumah imam,” jelasnya.
Untuk itulah, dengan modal dan keberanian dua tahun lalu disepakati untuk memulai pembangunan rumah saat ini. Rumah ini ke depan kata Pastor Rufinus, akan digunakan untuk imam/projo Keuskupan Timika.
Lanjutnya, imam/projo adalah ujung tombak Uskup sebagai pimpinan/guru.
“Kami berkomitmen dan siap, nyawa dipertaruhkan demi menjalankan amanah dari Uskup,” pungkasnya. (Sitha)















