Timika (suaramimika.com) – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengapresiasi dukungan dari seluruh elemen masyarakat dalam setahun masa pemerintahannya bersama Bupati Johannes Rettob.
Apresiasi tersebut disampaikan Wabup Kemong dalam agenda satu tahun kepemimpinan Johannes Rettob-Emanuel Kemong (Joel) yang dirangkai dengan halal bi halal Idul Fitri 1447 H, Rabu (25/3/2026) di Gedung Eme Neme Yauware.
“Kami berdua menyampaikan terima kasih yang pertama kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan perlindungannya bisa melaksanakan pemerintahan ini dengan baik dan sehat,” ujar Wabup Kemong.
Selanjutnya Wabup Kemong, juga mengapresiasi kepada seluruh elemen yang mendukung pemerintahan ini baik masyarakat, TNI/Polri, OPD, lintas agama yang telah menguatkan kepemimpinan satu tahun ini.
“Juga kepada PKK, tak lupa dan tak akan lupa yakni kepada tim pendukung Joel yang setia sampai hari ini,” jelasnya.
Lanjut Wabup Kemong, bersama pendukungnya mereka akan terus melakukan program pembangunan sesuai dengan visi dan misi untuk menciptakan Mimika aman, damai dan sejahtera.
Selama satu tahun ini, Wabup Kemong berharap komunikasi dengan tim pendukung Joel bisa terus ditingkatkan.
Terima kasih juga ia tujukan kepada semua relawan yang mendukung mereka selama ini.
“Tolong terus dukung kami. Hubungan kami berdua ini sama dengan lintas agama, seluruh masyarakat selalu berusaha dengan baik. Kami berdua menerima kritikan yang konstruktif dan membangun. Dan bukan kritik tanpa solusi dan asal ngomong,” ungkapnya.
Ditambahkan Wabup Kemong, ia dan bupati mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf jika dalam satu tahun kepemimpinannya masih ada yang kurang.
“Masih ada empat tahun sisa sesuai dengan visi dan misi kami akan terselesaikan dengan baik. Mohon dukungan dan doa. Karena kami bukan manusia yang sempurna,” katanya.
Senada dengan Bupati, dalam kesempatan ini, Wabup Kemong mengakui kesibukan dalam menangani berbagai persoalan daerah terkadang membuat intensitas komunikasi publik sedikit berkurang. Namun, ia memastikan hubungan antara kepala daerah tetap solid. “Jangan mendoakan agar kami berjarak. Kami berdua tetap bersama seperti yang Bapak-Ibu lihat hari ini. Kami tetap bersinergi dengan Forkopimda, tokoh lintas agama, dan seluruh masyarakat,” kata Emanuel. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan Rettob-Kemong sangat terbuka terhadap masukan dan kritik, asalkan bersifat membangun. “Jika ada persoalan, mari berdiskusi. Kami terbuka menerima kritik yang konstruktif dan memberikan solusi, bukan kritik yang tanpa arah,” pungkasnya. (Sitha)















