Kabar Mimika

Bupati Mimika Dorong Pembukaan Rute Penerbangan Baru

×

Bupati Mimika Dorong Pembukaan Rute Penerbangan Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob saat tiba di Bandar Udara Mozes Kilangin, setelah mendarat dengan pesawat Garuda dari Jayapura.

Timika (Suaramimik.com) – Guna meningkatkan konektivitas dan pariwisata di kawasan timur Indonesia, maka Bupati Mimika, Johannes Rettob mendorong pembukaan kembali dan penambahan rute penerbangan langsung dari Timika ke sejumlah daerah.

Rute baru dibuka kembali oleh Garuda setelah lima tahun ditutup mulai dari Jayapura-Timika-Bali-Jakarta, kini Pemkab Mimika juga mendorong ada maskapai yang membuka rute penerbangan baru ke Maluku Tenggara, Ambon dan Merauke.

“Ini sangat tergantung pada persentase penumpang. Kalau tidak mencapai target, tentu maskapai akan mempertimbangkan kembali operasionalnya,” ujar Bupati Rettob, Minggu (29/03/2026).

Untuk itulah ia menekankan kerja sama antar daerah sangat penting, khususnya antara Mimika dan Maluku Tenggara. Di mana seperti diketahui jika sektor pariwisata sebagai penopang utama peningkatan jumlah penumpang.

Maluku Tenggara memiliki potensi wisata yang luar biasa sehingga perlu ada kerja sama dengan pemerintah daerah setempat sehingga roda perekonomian masyarakat bisa meningkat.

“Maluku Tenggara punya potensi wisata luar biasa. Hanya saja mungkin kurang promosi, sehingga penumpangnya belum maksimal,” jelas Bupati Rettob.

Lebih lanjut, ada informasi juga soal rencana pembukaan rute baru oleh maskapai, termasuk kemungkinan masuknya AirAsia ke Papua dengan rute Makassar–Timika–Merauke. Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap awal.

Pemerintah Kabupaten Mimika juga tengah mengusulkan pembukaan rute Timika–Nabire dan Timika–Jakarta yang saat ini masih dalam proses perizinan, termasuk melalui maskapai Batik Air.

“Permintaan sudah kita ajukan, sekarang tinggal menunggu izin. Ini memang butuh waktu karena ada aturan yang harus dipenuhi,” katanya.

Ia berharap ke depan Mimika dapat menjadi salah satu hub penerbangan strategis di Papua, sehingga mobilitas masyarakat semakin mudah tanpa harus transit berulang kali di daerah lain.

“Sekarang ke Merauke saja masih harus lewat Jayapura dan menginap. Ini yang ingin kita ubah, supaya bisa penerbangan itu bisa langsung tanpa banyak transit,” pungkasnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *