Timika (Suaramimika.com) – Komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang nyata bagi masyarakat terus dilakukan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Senin (15/6/2026),
Kapolda kembali mengunjungi Kampung Amamapare/Pulau Karaka Porsite, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, pada Senin (15/6/2026).
Kunjungan Kapolda ini, guna meninjau sekaligus meresmikan bangunan MCK di lingkungan SDN Amamapare yang sebelumnya telah dijanjikan saat kunjungan pada 21 Mei 2026 lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi lima pejabat utama Polda Papua Tengah serta Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh masyarakat, aparat kampung, para guru, dan anak-anak sekolah yang antusias menyaksikan peresmian fasilitas yang telah lama mereka nantikan.
Bangunan MCK tersebut dibangun oleh Satgas Operasi Cinta Damai Cartenz, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Kehadiran fasilitas sanitasi yang layak di lingkungan sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang para siswa.
Brigjen Rontini mengatakan bahwa pembangunan MCK ini mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti yang sangat besar bagi anak-anak yang setiap hari menuntut ilmu di sekolah tersebut.
“Saat saya berkunjung beberapa waktu lalu, saya melihat langsung kebutuhan yang ada di sekolah ini. Hari ini saya bersyukur, karena apa yang kami janjikan sudah dapat diwujudkan. MCK ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi bagian dari upaya kita menjaga kesehatan, kebersihan, dan martabat anak-anak Papua yang sedang mempersiapkan masa depan mereka melalui pendidikan,” ucap Kapolda.
Menurutnya, pendidikan yang baik harus ditunjang dengan fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin anak-anak di Amamapare memiliki kesempatan yang sama, untuk belajar dengan nyaman seperti anak-anak di daerah lainnya. Semoga fasilitas ini dapat dirawat bersama dan menjadi manfaat jangka panjang bagi sekolah maupun masyarakat sekitar. Anak-anak ini adalah generasi penerus Papua Tengah yang kelak akan membawa daerah ini menjadi lebih maju,” tambahnya.
Rasa syukur juga disampaikan Kepala Kampung Amamapare, Fakundus Natipia, yang mengaku terharu karena janji yang disampaikan Kapolda pada kunjungan sebelumnya benar-benar direalisasikan.
“Kami masyarakat Amamapare, sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Papua Tengah dan seluruh jajaran. Tidak banyak pemimpin yang datang melihat langsung kondisi kami, apalagi kembali lagi untuk memenuhi apa yang sudah dijanjikan. Hari ini kami melihat sendiri bukti kepedulian itu,” ungkap Fakundus.
Ia berharap perhatian terhadap dunia pendidikan di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar Kabupaten Mimika, dapat terus berlanjut sehingga anak-anak memiliki sarana belajar yang semakin baik.
“Harapan kami ke depan, anak-anak di kampung ini terus mendapat dukungan agar mereka bisa belajar dengan baik dan meraih cita-cita setinggi mungkin. Kehadiran pemerintah dan aparat keamanan seperti ini, memberikan semangat baru bagi masyarakat,” katanya.
Kebahagiaan juga dirasakan Kepala SDN Amamapare, Maria Yoke Iriyanan, S.Pd, yang selama ini menyaksikan langsung keterbatasan fasilitas di sekolah yang dipimpinnya.
Dengan mata berbinar, Maria mengaku sangat bersyukur karena kini para siswa dan guru memiliki fasilitas sanitasi yang layak.
“Kami sangat bahagia dan berterima kasih kepada Bapak Kapolda Papua Tengah. Selama ini fasilitas MCK menjadi kebutuhan yang sangat penting, bagi sekolah kami. Dengan adanya bangunan ini, anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan sehat. Guru-guru juga sangat terbantu dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar setiap hari,” ujarnya.
Maria berharap perhatian yang diberikan kepada SDN Amamapare, menjadi motivasi bagi para siswa untuk semakin rajin belajar dan menjaga fasilitas yang telah diberikan.
Peresmian MCK tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran Polri melalui Operasi Cinta Damai Cartenz tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar warga.
Di tengah keterbatasan yang ada di wilayah pesisir Pulau Karaka, sebuah bangunan sederhana kini menjadi simbol harapan, kepedulian, dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Amamapare. (Yero)
















