Kesehatan

Ciptakan Lingkungan Tumbuh Yang Aman dan Sehat, Dinkes Mimika Libatkan Peran Lintas Sektor

×

Ciptakan Lingkungan Tumbuh Yang Aman dan Sehat, Dinkes Mimika Libatkan Peran Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Kepala Dinkes Mimika, Godfried Maturbongs, panitia dan peserta Workshop Hari Anak Nasional Tahun 2026, Kamis (23/7/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Pada momen Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika menyelenggarakan workshop dengan Tema “Pola asuh anak di era digital : strategi lintas sektor untuk perlindungan anak dan pencegahan stunting”, di Horison Diana Timika, Kamis (23/7/2026).

Kepala Dinkes Mimika, Godfried Maturbongs mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dan pemerhati anak untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang aman, sehat, dan berkualitas bagi anak-anak.

Ads

“Saya harap peserta bisa menerima materi dengan terbuka dan menyeluruh, mengingat latar belakang dan pengalaman tiap generasi berbeda-beda,” ujar Godfried.

Para peserta ini dipilih karena memegang peran sangat vital. Materi dan wawasan yang diperoleh diharapkan dapat disebarkan kembali dan diterapkan secara nyata di lingkungan masing-masing, baik dalam lingkup keluarga, lingkungan masyarakat, maupun di lingkungan sekolah.
Dengan kehadiran pemateri yakni Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI serta praktisi anak Kabupaten Mimika, Dinkes membekali peserta (kader Posyandu, TP PKK dan komite sekolah) dengan pemahaman nyata mengenai cara mendampingi anak di tengah derasnya arus kemajuan teknologi dan era digital.

Tantangan utama saat ini kata Godfried, yakni terjadinya pergeseran generasi dari Gen Z kini beralih ke Generasi Alfa yang lahir tumbuh serba terhubung, sehingga rentan menyimpang dari kaidah norma jika tidak diarahkan dengan tepat.

Cara mendidik zaman dahulu tidak lagi efektif karena anak-anak kini memiliki pola pikir mandiri.

Saat ini, paradigma baru orang tua bukan lagi berperan mengatur mutlak, melainkan mengarahkan dan mendampingi sesuai keinginan serta potensi anak, namun tetap berada dalam koridor aturan dan nilai positif.

Untuk itulah, pengaruh lingkungan pembentukan karakter dimulai sejak dalam kandungan, sehingga pola pikir dan lingkungan ibu sangat menentukan kualitas kepribadian anak kelak.

Walaupun saat ini paparan gadget berlebih memicu dampak negatif nyata tindak kekerasan dan perundungan (bullying) bahkan sudah menjangkau jenjang SD.

“Teknologi sulit dibatasi secara langsung kunci pengendalian utama ada pada kemampuan orang tua yang juga harus terus belajar dan memahami dunia anak masa kini,” pungkas Godfried. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *