Timika (Suaramimika.com) — Forum Muballigh, Imam, dan Guru Ngaji (FORMIGG) Kabupaten Mimika menerbitkan buku berjudul Diversifikasi Metode Pembelajaran Al-Qur’an di Kabupaten Mimika.
Langkah ini diambil guna mempererat kebersamaan dan rasa saling menghargai antar penggiat Al-Qur’an di wilayah Mimika.
Ketua FORMIGG Kabupaten Mimika, H. Muhammad Darwis, M.IKom yang juga selaku penulis, menjelaskan bahwa hadirnya buku tersebut didasari oleh banyaknya variasi metode pembelajaran Al-Qur’an dengan langkah cepat dan praktis yang diterapkan para pendidik di Timika, seperti metode Ummi, Qiraati, Iqra’, Wafa’, hingga Al-Baghdadi.
“Buku ini kami rancang sejak Agustus lalu melalui musyawarah tim. Tujuannya untuk mengantisipasi agar tidak ada kelompok yang merasa metodenya paling unggul. Kita ingin membangun rasa saling mengakui, karena sejatinya tujuannya sama: Beragam cara menuju satu tujuan, yaitu mencerdaskan anak-anak Timika agar mampu membaca Al-Qur’an sesuai hukum tajwid dan makhraj yang benar,” ujar H. Muhammad Darwis, di Jalan Budi Utomo Ujung, Selasa (3/11/2026).
Sebagai tahap awal, FORMIGG telah menyiapkan sebanyak 100 eksemplar buku. Pengendalian dan pendistribusian buku ini akan dilakukan bersamaan dengan program pemutakhiran data guru ngaji di lapangan.
Selain penerbitan buku, tim yang dibentuk FORMIGG juga bertugas menyiapkan program pelatihan dan pembekalan sertifikasi bagi guru ngaji yang bacaannya belum memenuhi standar, bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sertifikasi resmi nantinya akan diterbitkan oleh Kemenag setelah para peserta dinilai siap.

Hj. Muhammad Darwis menegaskan bahwa seluruh guru ngaji merupakan pejuang ikhlas yang kontribusinya sangat besar dalam membina moral dan pendidikan keagamaan anak-anak, termasuk mereka yang mengajar di pelosok seperti wilayah SP-SP tanpa mengharapkan imbalan materi.
“Harapan kami, dengan terbitnya buku ini, seluruh guru ngaji merasa bahwa peran dan perjuangan mereka dihargai secara setara. Kami juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dapat memberikan perhatian utama serta penghargaan yang layak atas pengabdian para guru ngaji ini,” pungkasnya. (Sitha)















