Timika (suaramimika.com) – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Mimika bergerak cepat dalam pengembangan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi, Kamis (11/12/2025), mengatakan, pengembangan sektor UMKM dilakukan dengan pelatihan sekaligus pemberian bantuan mesin pendukung usaha kepada para pelaku UKM.
“Kami terus bergerak dengan cepat untuk mengembangkan pelaku UMKM. Kami latih pelaku UKM dan sekaligus berikan bantuan alat produktivitas pengolahan produk,” jelas Samuel Yogi.
Samuel Yogi menyebut jika pelatihan kepada pelaku UMKM sudah dilakukan mulai hari Senin lalu yang dipusatkan di Gedung Sentra UMKM Jalan Poros SP2-SP5.
Pelatihan diikuti oleh para barista kopi, pengrajin noken, para pengukir dan pelaku usaha kuliner.
Untuk para barista, mereka dilatih mengolah kopi. Lalu perajin noken dilatih untuk membuat aksesoris. Selanjutnya pengukir dilatih untuk meningkatkan kemampuanya dalam mengukir dan terakhir pelaku usaha kuliner diberikan pelatihan pengolahan pangan lokal.
Setelah pelatihan, para barista mendapatkan 25 mesin kopi. Pengukir diberi 20 mesin ukir dan Pelaku usaha kuliner diberikan 34 mesin pemotong singkong.
Bantuan mesin ini kata Samuel Yogi, tidak boleh dijual dan harus digunakan. Jika dijual tegasnya, maka pelaku UMKM tidak diberikan bantuan dan dukungan lagi.
Dengan pelatihan dan bantuan mesin, Samuel Yogi berharap para pelaku UMKM bisa lebih mandiri dan bersama-sama pemerintah memajukan produk lokal sampai mendunia.
“Kami harap mereka (pelaku UMKM) bisa lebih mandiri dan mendukung pemerintah majukan produknya sampai mendunia. Seperti noken dan kopi yang bisa mendunia,” jelasnya.
Agar UMKM di Timika berkembang, Samuel Yogi berharap ada dukungan yang sama dari pihak terkait baik PT Freeport, YPMAK maupun OPD teknis rumpun ekonomi.
“Mari sama-sama mendukung visi dan misi bupati dan wakil bupati Mimika. Kita komitmen bersama OPD sektor ekonomi baik YPMAK, PT Freeport, OPD rumpun ekonomi untuk memajukan UMKM,” jelasnya.
Dengan dukungan bersama ini, Samuel Yogi berharap program yang akan dijalankan bisa lebih sinkron dan tepat sasaran.
“Mana binaan Dinas Koperasi dan OPD rumpun ekonomi mari sama-sama mendorong dan membina agar ke depan lebih jelas apa yang akan kita lakukan untuk pengembangan UMKM,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, salah satu penerima bantuan mesin pemotong singkong, Herlina Nauw mengapresiasi program dari Dinas Koperasi dan UKM ini. Menurutnya, program pengembangan UMKM ini sangat bagus untuk mendukung para pelaku UKM agar terus mengembangkan usahanya.
“Saya berterima kasih atas bantuan dari Dinas Koperasi ini. Setelah dapat mesin, saya sudah berpikir untuk jualan keripik singkong,” ujarnya.
Herlina yang sebelumnya sudah mendapatkan bantuan lapak (kios) dari Dinas Koperasi di Jalan Soterelmas Lorong SMA Taruna ini merasa sangat senang karena ke depan bisa menambah jualanya selain pinang.
“Nanti bukan pinang saja yang saya jual di lapak, tapi bisa tambah keripik singkong. Terima kasih pak bupati, pak wakil bupati dan Dinas Koperasi,” pungkasnya. (Sitha)




















