Timika (suaramimika.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di beberapa sekolah di Mimika, dianggap sangat bermanfaat, dan merupakan langkah yang baik dalam mendukung peningkatan kesehatan dan kekebalan tubuh anak usia sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan, program MBG yang secara resmi di launching perdana pada Bulan April 2025 lalu, merupakan langkah yang tepat untuk membantu mendukung daya tahan atau kekebalan tubuh anak sekolah yang hanya bisa ditingkatkan jika nilai asupan gizinya cukup.
“MBG itu bagus. Kekebalan tubuh anak sekolah hanya bisa ditingkatkan, kalau nilai asupan gizinya cukup,” kata Reynold pada Rabu (4/2/2026).
Keberhasilan program pemenuhan gizi kata Reynold, sangat bergantung pada pemenuhan asupan gizi anak secara menyeluruh di lingkungan keluarga.
Lanjutnya, saat ini persoalan utama dalam pemenuhan gizi anak bukan hanya intervensi di lingkungan sekolah saja, tetapi juga kondisi asupan gizi anak di dalam rumah tangga.
“Oleh karena itu, penanganan gizi harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya menyasar anak, tetapi juga orang tua dan keluarga,” jelas Reynold.
Ia menilai bahwa makanan bergizi gratis seharusnya dapat terus bergulir sebagai upaya pencegahan, sebelum masyarakat dinyatakan mengalami masalah gizi.
Ia juga mengapresiasi pendekatan program Nasional, yang melibatkan Koperasi Merah Putih dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Menurutnya, percepatan penanganan stunting di Mimika akan semakin optimal dengan keterlibatan langsung pimpinan daerah.
Reynold menyebut kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika sebagai ketua tim percepatan penanganan stunting, akan memberikan dampak positif.
“Intinya kembali lagi ke ekonomi masyarakat. Hari ini bukan hanya orang yang kekurangan gizi yang bermasalah, tetapi juga orang yang kelebihan gizi atau overweight juga menjadi persoalan,” katanya.
Reynold menekankan pentingnya keseimbangan dalam pemenuhan gizi masyarakat, seiring dengan peningkatan kondisi ekonomi.
“Yang kita butuhkan sebenarnya adalah keseimbangan, baik dari sisi ekonomi maupun asupan gizi,” pungkas Reynold. (Sitha)




















