Kabar Mimika

Data Pokok Kependidikan di Mimika Tidak Akurat Sebabkan Kendala Pelaksanaan MBG

×

Data Pokok Kependidikan di Mimika Tidak Akurat Sebabkan Kendala Pelaksanaan MBG

Sebarkan artikel ini
Antonius Welerubun.

Timika (Suaramimika.com) – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika menemui sejumlah kendala. Salah satu kendala adalah ketidakakuratan data Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun, Rabu (15/4/2026).

“Sejujurnya data Dapodik tidak akurat. Ada semacam manipulasi. Misalnya, ada murid yang sudah meninggal tapi masih tercatat, atau yang sudah pindah namun datanya belum diperbarui,” ujar Antonius.

Akibat dari tidak akuratnya Dapodik ini akhirnya berdampak langsung pada distribusi makanan dalam program MBG. Tidak akuratnya data ini menyebabkan MBG yang disalurkan sering tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Akibatnya, penyiapan MBG ada yang kurang, ada yang lebih. Datanya tidak pasti, sehingga distribusi tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Mengenai persoalan ini, kata Antonius, pihaknya pada dasarnya hanya berperan dalam koordinasi dan fasilitasi, termasuk menyiapkan lokasi untuk pembangunan dapur MBG.

“Kami hanya bisa berkoordinasi. Kami menyiapkan tempat untuk pembangunan dapur-dapur sementara,” katanya.

Hingga saat ini baru ada komunikasi lisan dari penanggung jawab MBG tingkat kabupaten terkait rencana pembangunan 18 titik dapur. Namun, belum ada surat resmi yang diterima oleh pihaknya.

“Memang sudah ada komunikasi mengenai 18 titik dapur, tetapi itu masih sebatas lisan, belum ada surat resmi,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga belum menerima pemberitahuan resmi terkait penghentian sementara program MBG di sejumlah sekolah.

“Kami belum mendapatkan informasi resmi. Hanya sebatas komunikasi saat mereka datang bersilaturahmi,” tambahnya.

Selama ini, Dinas Pendidikan Mimika turut membantu penyediaan makanan tambahan, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah pesisir dan pegunungan.

Ia berharap ke depan ada pembenahan data serta koordinasi yang lebih jelas agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *