Kabar Mimika

Delapan Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan

×

Delapan Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan

Sebarkan artikel ini
Delapan peserta pelatihan Apprentice Hospitality bersama Manajemen PTFI, instruktur dan perwakilan manajemen Perhotelan Timika.

Timika (Suaramimika.com) – Sebanyak delapan pemuda Orang Asli Papua (OAP) dari Kampung Ayuka dan Kampung Tipuka di wilayah pesisir Kabupaten Mimika, telah lulus dari Program Apprentice Hospitality angkatan pertama Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) dan siap bekerja di industri perhotelan dan hospitality.

Senior Vice President Community Relations PTFI Nathan Kum mengatakan, PTFI terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas SDM generasi muda Papua, khususnya putra-putri Papua yang berdomisili di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Untuk pelatihan Angkatan pertama ini, peserta berasal dari wilayah kampung Ayuka dan Tipuka di sekitar area Portsite dan Cargodock.

“Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Papua, area sekitar operasi Freeport. Saat ini telah bersiap anak-anak muda pesisir untuk pelatihan tahap kedua dan semuanya tidak dipungut biaya. Mereka datang, belajar, praktik lapangan, hingga siap kerja,” ujar Nathan, Selasa (12/5/2026).

Sementara itu Kepala Kampung Tipuka, Paulus Polce Muka mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini, sekaligus menyampaikan rasa bangga terhadap capaian delapan pemuda dari kampungnya.

“Terima kasih atas pelatihan intensif dan kepercayaan yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga mereka semakin percaya diri, memperoleh pekerjaan, dan terus mendapatkan perhatian sehingga dapat meraih keberhasilan,” ujar Paulus di Gedung Serba Guna Institut Pertambangan Nemangkawi, LIP Kuala Kencana, Timika.

Ia berharap pemuda-pemuda di pesisir Mimika dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik- baiknya, sehingga mereka dapat bekerja di lingkungan selain industri pertambangan secara profesional.

Salah satu peserta pelatihan Lukas Taote, mengatakan mereka punya harapan baru setelah mengikuti pelatihan ini.

“Kami jadi punya harapan baru setelah kami belajar bagaimana memberikan pelayanan secara profesional yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya di bidang hospitality. Saya merasa jauh lebih percaya diri untuk masuk ke dunia kerja di industri perhotelan,” kata Lukas.

Ia mengatakan selama mengikuti pelatihan berdurasi 3,5 bulan, para peserta belajar tentang keterampilan, pengetahuan, dan cara bersikap dalam memberikan pelayanan yang ramah dan profesional kepada pelanggan.

Mereka juga belajar bagaimana meningkatkan keterampilan teknis petugas pelayan perhotelan, petugas barak (camp attendant) dan petugas restoran (mess attendant) di industri hospitality di Timika.

IPN adalah lembaga pelatihan kerja yang didirikan PT Freeport Indonesia. IPN merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif dan siap kerja. Ada dua program pelatihan kerja di IPN yakni Pelatihan Non Teknis dan Pelatihan Teknis.

Untuk Pelatihan Teknis terdapat jurusan Mekanik Alat Berat, Pengelasan, Electrician, Mekanik Pabrik, Operator Pabrik, Operator Alat Berat, Pekerja Tambang Bawah Tanah.

Sementara untuk Pelatihan Non Teknis baru dimulai tahun 2026 yaitu Pelatihan Hospitality yang berfokus pada pengembangan keterampilan layanan untuk mendukung operasional perhotelan, katering dan fasilitas akomodasi khususnya di lingkungan perusahaan dan industri pendukungnya. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *