Timika (Suaramimika.com) – Kepala Distrik Mimika Baru (Miru) Kabupaten Mimika, Merlyn Temorubun mengungkapkan jika pihaknya akan menerapkan inovasi pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga melalui program
Miru Green Wallet atau Dompet Digital Hijau Distrik Mimika Baru.
Merlyn mengatakan, program dompet digital hijau Miru ini adalah pengembangan kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) 46 lewat Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman tahun lalu.
“Jadi, Miru green wallet atau dompet digital hijau distrik Mimika Baru. Kita arahkan karena ada MoU dengan BNI 46 waktu tahun lalu. Jadi ini inovasi pengelolaan sampah yang kita tingkatkan,” ujar Merlyn, Rabu (24/6/2026).
Nantinya program ini akan dilakukan terjadwal per RT. Di mana, jadwal disampaikan setelah pembekalan yang direncanakan akan dilangsungkan besok.
Nantinya, pada program ini kata Merlyn, warga memisahkan sampah padat dan minyak jelantah sejak di rumah, lalu diserahkan ke petugas penjemputan.
“Selain sampah sampah itu juga kita ambil minyak jelantah berarti dipisah langsung ya. Yang kita harapkan supaya ada pemisahan. Jangan mereka buang lagi untuk mencemari lingkungan tapi dijual dijual ke kita,” jelas Merlyn.
Minyak jelantah ini ungkapnya, tidak dibuang sembarangan agar tidak mencemari lingkungan, melainkan dijual ke pengelola program.
Mengenai program ini lanjutnya, pihaknya juga sudah menyurati Pertamina sekitar 1–2 minggu lalu guna mendapatkan kepastian alur serah terima dan harga, mengacu program pusat Pertamina yang membeli minyak jelantah.
“Jika disepakati Distrik Mimika Baru menjadi pusat penampungan dan distrik lain boleh ikut menjual minyak jelantah ke sini,” kata Merlyn.
Selain berupaya untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah berbasis partisipasi warga, program dompet digital hijau juga adalah upaya untuk menciptakan lapangan kerja hijau dan penghasilan tambahan bagi warga.
“Kita baru sosialisasi dan pembekalan kepada pengurus RT yang dilakukan besok. Setelah pembekalan ini juga kita menunggu rilis resmi dan dapat jawaban dari Pertamina,” pungkas Merlyn. (Sitha)
















