Timika (Suaramimika.com) – Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) di Kabupaten Mimika memperingati Milad ke-19 tahun. Milad dirangkaikan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M. Peringatan dua momen penting ini berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Selasa (25/8/2026).
Pada peringatan milad sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW ini, KKS meneguhkan semangat harmoni kebersamaan “Sirui Menre Tessirui No” yang berarti “saling menarik ke atas, bukan saling menarik ke bawah” atau berarti saling membantu, saling mengangkat, saling mendukung dan tidak saling menjatuhkan.
Sebagai bentuk ungkapan syukur, milad ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama yang dilakukan oleh Bupati Mimika Johannes Rettob, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) H. Iwan Anwar, Ketua KKS, Firman Amali, Ketua I DPRK Asri Akkas, jajaran Forkompinda dan tamu undangan.
Bupati Johannes Rettob mengatakan, di usia ke-19 tahun, KKS hendaknya memperkuat semangat baru menjadi semakin dewasa, semakin bijaksana dan semakin bersatu.
“Usia 19 tahun kita semakin dewasa, semakin bersatu. Tidak boleh lupa siapa kita dan dari mana kita berasal tapi di sini, di Mimika, kita juga berakar dan membangun bersama. Mimika rumah kita bersama “Eme Neme Yaware”. Jaga budaya walau jauh dari asal,” ujar Bupati Rettob.
Kata Bupati peringatan milad ini juga menjadi momentum refleksi organisasi dan mempererat tali persaudaraan baik keluarga besar Soppeng maupun KKSS.
KKS lanjutnya, bukan sekadar wadah kekeluargaan dari Sulawesi Selatan, melainkan penyangga persatuan, toleransi, dan keharmonisan seluruh masyarakat Mimika.
“Mimika adalah rumah kita bersama berbagai agama, budaya, dan bahasa bersatu di sini. Inilah semangat yang mengikat kita semua dalam kebersamaan,” jelas Rettob.
Ketua KKSS H. Iwan Anwar mengatakan, milad ke-19 KKS adalah bukti kebersamaan.
Sejarah menurutnya tidak boleh dilupakan yakni orang Sulawesi Selatan juga pejuang Mimika.
“Semoga KKS terus berkembang, bersatu, dan berkontribusi nyata untuk Kabupaten Mimika,” katanya.
Ketua Kerukunan Keluarga Soppeng, Firman Amali menjelaskan jika pertemuan ini bukan kebetulan lahir dari semangat untuk merawat silaturahmi dan kebersamaan.
“Alhamdulillah, usia ke-19 komitmen kita terus menjaga kebersamaan, kekompakan, solidaritas, dan silaturahmi agar tetap terjaga. Semangat Yassisoppengi, warisan leluhur, pengikat kebaikan untuk semua. salam Yassisoppengi,” pungkasnya. (Sitha)












