Timika (Suaramimika.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026.
Setelah dibentuk, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika yang juga Ketua Pokja BSAN, Abraham Kateyau memberi arahan kepada anggotanya untuk dapat melaksanakan tugas, pokok dan fungsinya.
Arahan disampaikan dalam pertemuan di aula Kantor Dinas Pendidikan, pada Jumat (3/7/2026).
Pokja BSAN kata Abraham, ada untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang melindungi budaya, aman, dan damai serta kondusif bagi proses belajar dan mengajar
“Saya harap seluruh anggota Pokja dapat berperan aktif dan bekerja sama, menciptakan suasana baik di wilayah masing‑masing,” ujar Abraham.
Pembiayaan kata Abraham, menjadi tanggung jawab dinas teknis sebagai pelaksana utama dengan diusulkan melalui mekanisme yang berlaku, lalu akan ditinjau kesesuaiannya dengan ketersediaan anggaran
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Anton Welerubun mengungkapkan jika susunan kepengurusan Pokja BSAN sedang disusun Peraturan Bupati dan siap ditandatangani.
“Pokja BSAN ini wajib dibentuk di seluruh kabupaten/kota dengan ketuanya Sekretaris Daerah, wakil ketua Kepala Bappeda, koordinator Kepala Dinas Pendidikan, anggota dari berbagai OPD terkait serta kepala distrik,” jelas Anton.
Pokja BSAN sebut Anton akan menyebarluaskan pemahaman agar semua sekolah menerapkan budaya aman, damai, dan nyaman, meningkatkan minat belajar anak serta kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak mengatasi rendahnya partisipasi pendidikan saat ini serta melibatkan distrik karena lebih dekat dengan satuan pendidikan di wilayah terpencil.
Jadwal pengawasan akan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Teknis, dan rapat koordinasi sesuai arahan pimpinan.
Kegiatan dan pengawasan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang direncanakan dengan sasaran utama seluruh peserta didik, dengan perhatian khusus ke daerah‑daerah terpencil (pesisir, pegunungan).
“Hal paling ditekankan saat turun ke bawah yaitu mewujudkan lingkungan aman, damai, nyaman di setiap satuan pendidikan,” kata Anton.
Pokja juga untuk meningkatkan jumlah murid dan kehadiran karena sekolah sudah ada, namun partisipasi anak masih perlu didorong. Juga membangun kesadaran orang tua dan masyarakat agar lebih antusias menyekolahkan anak. (Sitha)
















