Timika (Suaramimika.com) – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan sedang berupaya untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas, menyatukan kurikulum yang berkelanjutan dari SD hingga SMA di wilayah pedalaman.
Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Antonius Welerubun mengatakan, akses pemerataan pendidikan tersebut mulai dipersiapkan dengan tahap perencanaan awal dengan pengadaan lahan seluas 20 hektare di Distrik Agimuga untuk keperluan pembangunan sekolah integrasi.
“Tahun ini baru tahap perencanaan. Kami (Pemkab Mimika) menyediakan lahan di Agimuga seluas 20 hektar sesuai persyaratan Kementerian untuk lokasi pembangunan sekolah integrasi,” ujar Anton, Jumat (3/7/2026) di ruang kerjanya.
Pembangunan sekolah akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat, dan pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan.
Kata Anton, nantinya sekolah integrasi ini akan dilakukan dengan sistem pola asrama terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP dan SMA.
Di mana, sasaran muridnya adalah semua anak-anak usia SD sampai SMA yang sebelumnya sekolah di sekitar wilayah pegunungan.
“Perencanaan sedang berjalan tahun ini. Pendataan peserta juga mulai dilaksanakan. Untuk pembangunan direncanakan mulai tahun depan,” jelas Anton.
Agar program sekolah integrasi ini bisa berjalan dengan baik, Anton berharap adanya dukungan dari masyarakat setempat agar tidak menghambat pelaksanaanya nanti. Dukungan ini diperlukan juga agar nantinya anak-anak bisa lebih mandiri dan merasakan manfaat dari pendidikan itu sendiri.
“Kami harap masyarakat bisa erperan aktif mendorong anak‑anak untuk bersekolah dan meningkatkan minat dan kesadaran pendidikan lewat sekolah integrasi nanti. Program ini ada supaya masyarakat dan anak-anak bisa rasakan manfaat pendidikan,” pungkas Anton. (Sitha)
















