Timika (Suaramimika.com) – Penerapan menu dua hari tanpa nasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nabire mengalihkan karbohidrat ke pangan lokal seperti ubi, singkong, dan keladi.
Kebijakan yang dilakukan di Nabire ini sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional yang bertujuan menyerap hasil bumi pedagang lokal dan menggerakkan ekonomi petani.
Di Kabupaten Mimika sendiri, Wakil Bupati sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Mimika, Emanuel Kemong, menyambut baik konsep pemanfaatan pangan lokal, meski saat ini operasionalnya yang berjalan masih menjadi prioritas utama sebelum disusunnya regulasi khusus.
“Kita belum sampai pada pembahasan itu. Saat ini fokus kita bagaimana program yang sudah berjalan ini bisa berjalan dengan baik terlebih dahulu,” ujar Kemong, Senin (6/7/2026).
Terkait wacana penerapan strategi serupa, kata Kemong, pemerintah tengah tengah menyiapkan evaluasi karena pangan lokal masih belum menjadi prioritas secara menyeluruh pada dapur MBG di wilayah tersebut.
Kebijakan ini dinilai efektif menyelesaikan masalah menumpuknya hasil kebun mama-mama Papua di pasar tradisional.
Menurutnya, saat ini pemerintah lebih fokus memastikan program yang sudah berjalan dapat terlaksana dengan baik sebelum melakukan pengembangan atau penyesuaian pola menu.
Pemerintah dapat mengadopsi strategi penyerapan komoditas lokal untuk menggerakkan ekonomi akar rumput dan menyesuaikan dengan kebutuhan gizi siswa.
Penggunaan pangan lokal tetap menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan ke depan setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh. (Sitha)
















