Timika (Suaramimika.com) – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 per pertengahan Juli telah mencapai 26 persen. Realisasi anggaran ini meningkat dari 22 persen pada pekan sebelumnya.
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengatakan, lambatnya penyerapan anggaran bukan disebabkan persoalan mendasar, melainkan sejumlah penyesuaian teknis di lapangan sehingga pada pekan ini baru naik dari 22 persen menjadi 26 persen.
“Penyerapan APBD sudah mencapai 26 persen. Minggu lalu masih 22 persen, jadi ada peningkatan. Saya optimistis Agustus nanti sudah normal dan pelaksanaan program bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Kemong, Selasa (14/7/2026).
Ia mengungkapkan, adanya efisiensi anggaran, perubahan kondisi pelaksanaan, serta kenaikan harga sejumlah kebutuhan membuat beberapa perencanaan harus disesuaikan sebelum pekerjaan dapat dijalankan.
Menurut Emanuel, evaluasi difokuskan pada perkembangan penyerapan anggaran dan proyeksi pelaksanaan program OPD yang masih berada di bawah target.
Pemerintah daerah kata Kemong, ingin memastikan setiap perangkat daerah mampu mempercepat pelaksanaan kegiatan agar target pembangunan tahun ini dapat tercapai.
“Kita bahas hanya penyerapan anggaran dan proyeksinya. Ini evaluasi mingguan biasa untuk melihat sejauh mana progres masing-masing OPD dan mendorong mereka agar dapat mempercepat pelaksanaan program,” jelasnya.
Lanjutnya, sampai saat ini masih terdapat sejumlah proyek fisik yang belum berjalan karena proses perencanaan dan pelaksanaan dilakukan secara bersamaan. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab rendahnya realisasi belanja pada beberapa OPD.
Karena itu, Pemkab Mimika berencana mengevaluasi mekanisme perencanaan agar tahapan penyusunan program dan pelaksanaan proyek dapat dipisahkan sehingga tidak lagi menghambat pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Evaluasi rutin juga dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menekan besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada akhir tahun.
Pemerintah ingin memastikan seluruh program dapat direalisasikan sesuai perencanaan sehingga anggaran benar-benar dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.
“Sebenarnya semuanya kini sedang berproses. Kendalanya lebih banyak pada penyesuaian teknis karena ada perubahan situasi, efisiensi, dan kenaikan harga sehingga perhitungan harus disesuaikan. Setelah semua selesai, akan langsung berjalan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut tambahnya, akan mulai membaik pada Agustus mendatang. Pemerintah juga akan melakukan evaluasi triwulan pada akhir Juli untuk mengukur perkembangan realisasi APBD secara menyeluruh. (Sitha)
















