Timika (Suaramimika.com) – Sebanyak 5 sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Mimika siap mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata Tahun 2026.
Menanggapi kesiapan 5 sekolah ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan dukungan penuh agar penghargaan dari pemerintah bagi sekolah yang sukses menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup melalui kebersihan, pengelolaan sampah, dan konservasi ini bisa tercapai.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH), Devota Maria Leisubun mengatakan, 5 sekolah yang mengikuti seleksi adiwiyata tingkat nasional ini sebelumnya lolos tingkat kabupaten tahun lalu.
Adapun 5 sekolah yang mengikuti seleksi yaitu SD Inpres Timika 2, SD Shining Star,
SD Kalam Kudus, SD dan SMP Kristen Kalam Kudus, SMP Negeri 7 dan SMP Negeri 11.
Pada seleksi ini, tahapannya pada 31 Juli 2026 batas akhir memasukkan berkas administrasi melalui Aplikasi SEDIA. Kemudian, pada bulan Oktober 2026 dilakukan penilaian lapangan/verifikasi fisik oleh Tim Penilai Gabungan dari Kementerian terkait (Kemendikbud, KLHK, Kemenag).
Nantinya, sekolah dinilai berdasarkan 5 aspek besar yang dijabarkan ke dalam 24 indikator yakni penghijauan dan keanekaragaman hayati.
“Ketersediaan ruang terbuka hijau, pohon peneduh, dan kenyamanan lingkungan belajar luar ruangan ini penilaian pertama,” kata Devota.
Ke dua, sanitasi dan kebersihan dengan pengelolaan drainase, kebersihan kelas/halaman, fasilitas toilet yang layak.
Selanjutnya, pengelolaan sampah dengan penerapan prinsip pengurangan, pemilahan, dan penanganan sampah secara terarah.
Kemudian, efisiensi dan hemat energi dalam kegiatan sekolah dan terakhir konservasi air yakni penghematan dan pemanfaatan air secara bijak.
Pemerintah daerah sebutnya, memfasilitasi penyusunan administrasi dan penyelenggaraan pertemuan yakni melibatkan pihak DPRK, pelaku usaha, mitra, dan alumni untuk memberikan dukungan sarana, prasarana, maupun pendanaan guna memenuhi standar fisik penilaian.
“Kami mengupayakan kelima sekolah lolos dengan nilai terbaik, namun minimal memastikan 1–2 sekolah meraih predikat nasional,” pungkasnya. (Sitha)
















