Timika (Suaramimika.com) — Sektor pendidikan dan kesehatan mendominasi porsi alokasi pengelolaan anggaran Otonomi Khusus (Otsus) di Kabupaten Mimika.
Kedua bidang esensial ini menjadi fokus utama pemerintah daerah bersama program pemberdayaan ekonomi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika, Septinus Timang, menjelaskan bahwa percepatan penyerapan dana Otsus harus senantiasa berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap ketentuan dan sasaran penggunaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Pendidikan dan kesehatan itu masih memainkan porsi yang besar. Selain itu, pemberdayaan ekonomi dan UMKM juga menjadi salah satu prioritas,” ujar Septinus Senin (21/9/2026).
Septinus juga menyoroti alasan di balik kehati-hatian sebagian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengeksekusi program. Menurutnya, ketatnya regulasi dan potensi risiko hukum membuat sejumlah pihak cenderung menghindari keputusan berisiko tinggi.
“Banyak kegiatan yang mungkin setiap OPD tidak mengambil risiko. Ada konsekuensi hukum yang berdampak, sehingga mereka kadang tidak mengambil keputusan yang risikonya tinggi,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Bappeda terus mendorong seluruh OPD agar lebih proaktif dalam merealisasikan program kerja, namun tetap berada dalam koridor hukum dan aturan yang berlaku.
Septinus menegaskan bahwa upaya mempercepat penyerapan anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas pelaksanaan di lapangan. Setiap alokasi belanja wajib diarahkan secara tepat guna agar memberikan dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat Mimika.
Dana Otsus kata Septinus, memang paling banyak terserap dan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi dan UMKM.
Akselerasi penyerapan anggaran yang diimbangi dengan kehati-hatian regulasi dan ketepatan sasaran.
“Kita harap penyerapan itu lebih tepat sasaran ke masyarakat,” pungkasnya. (Sitha)














