Religi

FORMIGG Mimika Adakan Festival Harmoni Kemerdekaan, Tumbuhkan Semangat Generasi Penerus Bangsa Melalui Syiar Islam

×

FORMIGG Mimika Adakan Festival Harmoni Kemerdekaan, Tumbuhkan Semangat Generasi Penerus Bangsa Melalui Syiar Islam

Sebarkan artikel ini
Ketua FORMIGG Mimika, Ustadz H M Darwis saat mengalungkan tanda peserta lomba Festival Harmoni Kemerdekaan Tahun 2026, Sabtu (22/8/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Forum Mubaligh, Imam dan Guru Ngaji (Formigg) Kabupaten Mimika mengadakan Festival Harmoni Kemerdekaan
dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 RI dengan berbagai perlombaan yakni adzan, cerdas cermat Quran dan pidato, Sabtu (22/8/2026) di Ballroom Cenderawasih Hotel Serayu Timika.

Melalui Tema : “Merajut Harmoni, Menumbuhkan Semangat Kemerdekaan melalui Syiar Islam”, festival ini diikuti oleh ratusan anak-anak dari 85 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Petrus Pali Amba menyampaikan, kegiatan ini memiliki nilai yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda Kabupaten Mimika.

“Anak-anak kita tidak cukup hanya dibekali kecerdasan akademik mereka juga harus dibentuk menjadi generasi yang memiliki akhlak mulia, kecintaan kepada agama, rasa hormat kepada sesama, semangat kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Petrus.

Melalui tema “Merajut Harmoni, Meneguhkan Semangat Kemerdekaan”, Petrus berharap kegiatan ini menjadi ruang untuk semakin memperkuat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua FORMIGG Mimika, Ustadz H M Darwis mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang diselenggarakan khusus untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026.

Formigg kata Darwis, adalah wadah dan mitra Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan.

“Fokus utama pembinaan kami adalah terhadap guru ngaji, mubaligh, dan imam agar syiar Islam dapat tumbuh bersama, sekaligus menumbuhkan sikap toleransi, harmoni, dan saling menghargai antarumat beragama di Kabupaten Mimika,” jelas Darwis.

Foto bersama usai pembukaan Festival Harmoni Kemerdekaan.

Selanjutnya kata Darwis, khusus pada lomba adzan, panitia hanya melibatkan nak-anak TPQ dengan batas usia maksimal 12 tahun.

“Kami sengaja memilih usia dini dengan tujuan melatih dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan syariat Islam sejak dini,” jelas Darwis.

Selain itu, kata Darwis, dilaksanakan juga untuk membentuk karakter generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia,
mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif sebagaimana para pahlawan berjuang dengan darah dan nyawa, kini generasi muda berjuang dengan potensi yang dimiliki, termasuk potensi keagamaan.

“Dulu pahlawan berjuang dengan darah dan nyawa. Kini tugas kita mengisi kemerdekaan dengan segala potensi yang Allah berikan, termasuk kecintaan kita kepada Al-Qur’an dan syiar-Nya,” jelas Darwis.

Sementara itu, Ketua panitia, Ustadz Abdul Muis menyebutkan, kemerdekaan bukan hanya untuk diterima, tetapi harus diisi dengan kegiatan yang positif, membangun, dan bermanfaat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” katanya.

Untuk diketahui, lomba Adzan Khusus TPQ
siikuti 85 TPQ, Cerdas Cermat Al-Qur’an Khusus SMP/MTs diikuti 78 peserta dan Pidato Khusus SMA/SMK/MA
diikuti 13 peserta. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *