Timika (Suaramimika.com) – Permintaan dari organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mengakomodir adanya fasilitas perumahan bagi para perawat yang bertugas di wilayah terpencil (pedalaman dan pesisir) terus diupayakan oleh Pemkab Mimika.
Bupati Mimika, Johannes Rettob menyampaikan jika P emerintah sedang memproses pembangunan rumah tenaga kesehatan di setiap fasilitas kesehatan diupayakan segera terwujud.
“Pembangunan perumahan bagi perawat di tempat tugas masing-masing terutama di wilayah pedalaman dan pesisir terus diupayakan. Ini dilakukan agar para perawat ini agar tidak perlu bolak-balik ke Timika, keamanan mereka terjaga, dan bisa fokus melayani masyarakat,” ujar Bupati Rettob, Senin (24/8/2026) di Gedung Eme Neme Yauware.
Dalam kesempatan ini, Rettob juga menyebut kondisi saat ini masih sangat memprihatinkan karena sering kali malah ada 2–3 orang perawat yang berada dalam satu kamar, bahkan tidak ada tempat tidur yang layak belum manusiawi.
Melihat persoalan ini, selain pembangunan perumahan, Dinas Kesehatan tetap mengatur penugasan secara bergantian untuk memenuhi standar pelayanan 2 shift karena kebutuhan tenaga meningkat dua kali lipat.
“Saat ini pola rotasi 1–3 bulan di pedalaman, lalu pulang. Usulan perpanjangan masa tugas 6 bulan sekali untuk efisiensi perjalanan dinas dan kontinuitas pelayanan.
Namun, pemerintah memahami alasan pulang lebih singkat keutuhan keluarga dan rasa cinta kepada keluarga manusiawi, tetap diperhatikan,” jelas Rettob.
Perawat kata Rettob, adalah bagian penting dari tim kesehatan yang turut menjaga keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan bagi pasien.
Untuk itulah ia berharap agar perawat tetap
mengikuti regulasi dan perkembangan teknologi terus belajar, terus beradaptasi.
“Terus berkomunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah (Dinas Kesehatan) cari solusi bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Mimika,” pungkas Rettob. (Sitha)












