Timika (Suaramimika.com) — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melakukan penyesuaian jadwal penyaluran air bersih dari Water Treatment Plant (WTP) 470 Kuala Kencana kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi menyampaikan, kebijakan ini diambil menyusul dampak fenomena El Nino yang menyebabkan penurunan debit air secara signifikan pada sumber air baku.
“Dengan adanya penurunan debit air, pasokan terhadap tangki atau water treatment kita itu juga terbatas, sehingga pelaksanaan penyalurannya itu setelah dievaluasi biasanya cuma di dua jam saja setiap hari,” ujar Yoga, Jumat (4/9/2026).
Dampak dari fenomena iklim ini membuat debit air di sungai dan sumber mata air mengalami penurunan drastis. Kondisi tersebut turut mempengaruhi kapasitas tampungan serta ketersediaan pasokan pada tangki water treatment.
Akibat keterbatasan pasokan air tersebut, waktu pelayanan penyaluran air bersih yang sebelumnya berjalan selama 4 jam setiap hari terbagi atas 2 jam di pagi hari dan 2 jam di sore hari kini dievaluasi dan dipangkas menjadi hanya 2 jam per hari.
“Jadi, ketika dua jam itu saya harap masyarakat juga bisa bijak menampung dengan baik dan hemat air. Karena kondisi ini bukan kondisi di Timika saja, ini kondisi yang berlangsung hampir di sebagian dunia tentang El Nino ini, sehingga masyarakat juga harus ikut prihatin,” jelas Yoga.
Kendati durasi pelayanan dikurangi, pihak PDAM memastikan bahwa penyaluran air bersih tetap dilakukan setiap hari demi memenuhi kebutuhan warga. Kebijakan ini diharapkan dapat disikapi dengan bijak oleh masyarakat Kuala Kencana mengingat kondisi penurunan debit air ini merupakan fenomena global yang turut dirasakan di sebagian besar wilayah.
Di sisi lain, PDAM Mimika ungkap Yoga, sebenarnya telah membangun empat sumur cadangan di WTP 470 Kuala Kencana sebagai langkah antisipasi.
Namun, lanjutnya, saat uji coba penggunaan sumur cadangan tersebut, ditemukan bahwa sejumlah peralatan dan komponen penting di lokasi telah hilang dicuri, mulai dari kabel, pagar pengaman yang dibobol, hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Akibat pencurian fasilitas di sumur cadangan tersebut, pihak PDAM harus melakukan perbaikan ulang agar fasilitas dapat berfungsi kembali secara optimal.
Saat ini, tim teknik PDAM tambah Yoga, tengah menginventarisir kembali komponen-komponen yang hilang dan rusak agar sumur cadangan dapat segera dioperasikan untuk memaksimalkan pasokan air bersih bagi masyarakat.
Selain mengandalkan jalur distribusi reguler, PDAM Mimika juga tetap melayani permintaan khusus dari masyarakat terkait pasokan air bersih melalui koordinasi dengan BPBD untuk membantu mencukupi kebutuhan air curah di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa berhemat dalam menggunakan air bersih selama menghadapi musim kemarau dan dampak El Nino ini,” pungkas Yoga. (Sitha)














