Timika (Suaramimika.com) – Fenomena El Nino menimbulkan sejumlah tantangan dan keluhan di sektor pertanian daerah, khususnya pada penanaman jangka pendek seperti sawah yang penanganannya masih dapat diatasi melalui pertanian padi gogo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono menyampaikan, komoditas sayur-mayur seperti cabai juga menjadi salah satu tanaman yang paling membutuhkan air dan paling terdampak, sehingga memicu inflasi akibat tingginya biaya produksi serta penurunan produksi.
Guna mengantisipasi kekeringan, para petani telah berupaya membuat sumur bor di sekitar lahan pertanian.
“Pemerintah daerah juga mengambil langkah-langkah penanganan melalui penyuluhan lapangan, koordinasi, serta rencana pembangunan sumur melalui program pusat bernama Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang akan segera direalisasikan lewat bidang sarana prasarana,” jelas Haris, Senin (14/9/2026).
Kata Haris, anggaran dari pusat umumnya hanya mencakup penyediaan barang tanpa dana penunjang sehingga pemerintah daerah diwajibkan menyiapkan sharing dana.
Namun, anggaran sharing dari dinas untuk program JIAT tersebut saat ini belum tersedia akibat keterbatasan anggaran dan prioritas untuk sektor lain seperti kopi.
Sementara itu, lanjutnya, bantuan dari Kementerian Pertanian disalurkan secara bertahap melalui dinas, sedangkan khusus untuk irigasi, bantuan tersebut langsung berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Haris menjelaskan, dalam pelaksanaannya, pembangunan sumur bor dan instalasi pipa dipusatkan pada kelompok tani terdaftar di bidang PSP serta harus diverifikasi lewat aplikasi E-Baper di tingkat provinsi guna mencegah tumpang tindih kepesertaan.
Dampak penurunan produksi ini tambah Haris, turut mempengaruhi harga cabai di pasaran hingga mencapai kisaran Rp125.000 sampai Rp150.000 per kilogram.
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan masuknya kapal Pelni di mana para pedagang luar daerah kerap memborong komoditas lokal akibat adanya perbedaan harga yang signifikan. (Sitha)













