Timika (Suaramimika.com) — Puskesmas Mapurujaya mencatat bahwa kasus penyakit yang saat ini masih mendominasi di wilayah kerjanya adalah malaria dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Peningkatan kasus ini turut dipengaruhi oleh faktor perubahan cuaca serta kondisi lingkungan.
Kepala Puskesmas Mapurujaya, Ona Bunga, menjelaskan bahwa kasus malaria yang tercatat dalam sebulan terakhir mencapai sekitar 300 kasus.
“Tingginya angka penularan malaria ini dipicu oleh faktor lingkungan serta minimnya ketersediaan air bersih, yang membuat sebagian masyarakat terpaksa memanfaatkan air kali di belakang rumah untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ona Bunga, Selasa (22/9/2026).
Selain itu, faktor kepadatan hunian di mana satu rumah dapat dihuni hingga lima kepala keluarga (KK) kata Ona, turut memperbesar risiko penularan malaria dalam satu rumah.
Sementara itu, kasus ISPA juga mengalami peningkatan yang didorong oleh kondisi cuaca panas, kabut, serta minimnya kesadaran masyarakat bahkan tenaga kesehatan untuk menggunakan masker.
Mengingat penularan ISPA yang cepat melalui batuk, Ona berharap penggunaan masker sangat dianjurkan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas ke lingkungan sekitar.
Ona mengungkapkan, sebagai langkah responsif, pihak Puskesmas Mapurujaya telah mengerahkan tim medis untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan penyuluhan dan pengobatan di setiap kampung. Tim dijadwalkan mulai bergerak aktif secara berkala pada sore hari untuk menjangkau masyarakat secara langsung.
“Kami berharap melalui langkah jemput bola ini, penanganan dan pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan masif, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta kesehatan diri,” pungkas Ona. (Sitha)












