Kabar Mimika

Kembali Alami Kabut Asap Kiriman : BPBD Mimika Imbau Warga Pakai Masker dan Larang Bakar Lahan

×

Kembali Alami Kabut Asap Kiriman : BPBD Mimika Imbau Warga Pakai Masker dan Larang Bakar Lahan

Sebarkan artikel ini
Agustina Rahaded.

Timika (Suaramimika.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengimbau masyarakat untuk dapat mewaspadai fenomena kabut asap kiriman yang kembali menyelimuti wilayah Mimika dalam beberapa hari terakhir ini.

Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded menyampaikan, kabut asap yang saat ini terindikasi merupakan asap kiriman dari daerah lain.

Ads

Untuk itulah, pemerintah menghimbau masyarakat untuk mengenakan masker apabila bepergian keluar rumah untuk menghindari terpapar gangguan pernapasan.

“Saya mengimbau warga untuk menggunakan masker guna menjaga kesehatan dari paparan kabut asap yang saat ini menyelimuti Mimika,” ujarnya, Senin (28/9/2026).

Selain imbauan penggunaan masker, Agustina memandang pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah timbulnya titik api baru di tengah musim kemarau.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah, kebun, maupun lahan secara sembarangan.

“Masyarakat harus waspada dan menjaga lingkungan. Jangan sembarangan membakar lahan atau sampah karena asapnya sangat mempengaruhi kesehatan kita bersama,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pemantauan cuaca dan potensi bencana, kata Agustina, BPBD Mimika selalu intensif berkoordinasi dengan BMKG Moses Kilangin Timika.

“Kami selalu koordinasi terkait informasi perkiraan cuaca dan potensi titik api yang diterima dari BMKG langsung diteruskan ke bagian Pemerintahan untuk disebarkan ke 18 distrik di Kabupaten Mimika,” ungkapnya.

Agustina menambahkan, kondisi wilayah Mimika saat ini relatif aman dari aktivitas pembakaran lahan lokal dan respons cepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jika terdapat laporan dari masyarakat.

“Kalau ada info pembakaran lahan di Mimika, tim kami langsung merespons dengan cepat. Tapi dalam dua minggu terakhir ini kejadian pembakaran sudah jauh berkurang dan aman. Kabut asap yang ada kemungkinan besar merupakan kiriman dari wilayah tetangga seperti Merauke atau kabupaten lain,” pungkas Agustina. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *