Kesehatan

Tercatat 63.856 Kasus ISPA hingga Akhir Agustus 2026, Warga Diimbau Waspada Dampak Asap

×

Tercatat 63.856 Kasus ISPA hingga Akhir Agustus 2026, Warga Diimbau Waspada Dampak Asap

Sebarkan artikel ini
Kamaluddin.

Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat sebanyak 63.856 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi di wilayah Kabupaten Mimika sepanjang minggu pertama hingga akhir Agustus 2026.

Data tersebut merupakan hasil pencatatan surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika berdasarkan kunjungan kasus ISPA yang datang dan mendapatkan pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan di Mimika.

Ads

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaluddin, mengatakan bahwa ISPA konsisten menjadi salah satu penyakit dengan jumlah temuan yang cukup tinggi di fasilitas kesehatan dari tahun ke tahun.

“Yang tercatat di surveilans kami, dari minggu pertama sampai minggu ke-35 tahun 2026 ada 63.856 kasus ISPA yang datang dari seluruh fasilitas kesehatan di Mimika,” ujar Kamaluddin, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, faktor cuaca seperti musim kemarau yang disertai debu serta kemunculan kabut asap merupakan hal yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

“Memang dari tahun ke tahun masih tinggi ISPAnya. Apalagi saat ini kondisinya berasap. Waktu kemarin kemarau banyak debu, kemudian sekarang ada asap,” jelasnya.

Meski demikian, pihak Dinas Kesehatan belum dapat memastikan apakah kondisi kabut asap yang terjadi saat ini memicu lonjakan kasus ISPA secara signifikan, sebab masih diperlukan data pembanding dari periode tahun sebelumnya.

“Kalau meningkat sekali sih tidak tahu. Karena kabut asapnya juga tidak searah. Saya belum ada pembandingnya. Nanti saya lihat pembandingnya kalau dibandingkan dengan tahun lalu,” tambah Kamaluddin.

Ia juga menjelaskan bahwa data surveilans di bidangnya berfokus pada jumlah keseluruhan kasus, sementara rincian kelompok usia dan karakteristik penderita ditangani oleh tim pencatatan spesifik tersendiri.

Menanggapi kondisi udara yang dipengaruhi oleh asap, Kamaluddin mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Warga juga diminta agar disiplin menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan diri, khususnya saat harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang berdebu dan berasap.

“Pertama tentunya menjaga dan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kalau lagi kemarau banyak debu, kemudian sekarang ada asap, masker juga digunakan untuk proteksi,” jelasnya.

Masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, seperti asma, diminta untuk lebih waspada karena paparan asap dapat memperberat keluhan kesehatan hingga memicu sesak napas.

“Kalau orang yang punya misalnya ada riwayat asmanya, atau ada yang lebih berat, dengan asap begini biasanya keluhannya akan lebih berat sampai bisa sesak. Itu yang harus dihindari,” ungkapnya.

Bagi warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak, disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara kurang bersahabat.

Sementara itu, terkait status keamanan kualitas udara saat ini, Kamaluddin menegaskan hal tersebut harus merujuk pada hasil pengukuran menggunakan alat pemantau khusus kualitas udara. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *