Info Terbaru

Pemkab Mimika Bangun Fasilitas Sejumlah Fasilitas Polri di Mimika

×

Pemkab Mimika Bangun Fasilitas Sejumlah Fasilitas Polri di Mimika

Sebarkan artikel ini
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini saat menandatangani prasasti pembangunan sejumlah fasilitas Polri di Mimika.

Timika (Suaramimika.com) – Sejumlah fasilitas pendukung pelayanan Polri di Kabupaten Mimika mulai dibangun yakni pembangunan rumah dinas dokter RS Bhayangkara Mimika, Mako Polsek Kokonao, Polsek Agimuga, serta landscape pagar Polsek Bandara Mozes Kilangin.

Proses pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama rumah dinas dokter RS Bhayangkara di Mile Point 32, Timika, Papua Tengah, pada Kamis (1/10/2026).

Ads

Peletakan batu pertama oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., didampingi Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han., Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda serta pihak PUPR Cipta Karya Mimika.

Kapolda dalam sambutannya, menegaskan bahwa pembenahan fasilitas kesehatan menjadi salah satu bentuk pelayanan Polri, yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Ketika saya jadi Kapolda, pertama yang saya datangi itu rumah sakit. Karena sentuhan polisi yang paling nyata dan bisa dirasakan semua lapisan masyarakat, adalah pelayanan rumah sakit dan kesehatan,” kata Brigjen Rontini.

Menurutnya, pembenahan rumah sakit tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Kapolda mengatakan pendekatan tersebut penting agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan lebih awal dan tidak menunggu sampai kondisi kesehatan semakin berat.

Selain pembangunan sarana dan prasarana, Kapolda Papua Tengah juga menyampaikan gagasan penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Jeremias mengatakan kebutuhan tenaga perawat diperkirakan akan semakin meningkat seiring berkembangnya pelayanan RS Bhayangkara Mimika serta meningkatnya masyarakat dari berbagai wilayah Papua yang membutuhkan layanan kesehatan di Timika.

Karena itu, ia mendorong adanya pengembangan pendidikan keperawatan di Timika agar kebutuhan tenaga kesehatan dapat dipenuhi dari sumber daya manusia lokal.

“Kalau boleh, kita bikin sebuah akademi perawat yang bisa melahirkan tenaga perawat. Minimal perawat. Kalau sampai dokter mungkin kita masih panjang jangkauannya, tapi kalau perawat menurut saya bisa kita lakukan,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan pendidikan keperawatan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal di Papua Tengah.

Sementara Bupati Mimika mengatakan, pembangunan sejumlah fasilitas Polri dilakukan setelah pemerintah daerah menemukan masih adanya kantor maupun tempat tinggal anggota kepolisian di distrik yang kondisinya belum memadai.

“Banyak sekali polsek-polsek untuk pelayanan masyarakat ini tidak layak. Karena ketidaklayakan itu tempat tinggalnya tidak ada, kantornya juga seadanya, sehingga kami ambil keputusan kami bantu,” kata Rettob.

Sebeb menurutnya, keberadaan fasilitas kepolisian yang layak sangat penting karena aparat merupakan salah satu unsur pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya di wilayah distrik.

“Ini demi menjaga keamanan di Kabupaten Mimika,” ucap Bupati.

Bupati menambahkan, pembangunan tidak hanya menyasar Polsek Kokonao dan Polsek Agimuga, namun Pemerintah daerah juga telah menyiapkan rencana pembangunan dan pembenahan fasilitas kepolisian di sejumlah wilayah lainnya.

Salah satunya adalah rencana pembangunan fasilitas di Distrik Jila yang akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Pemkab Mimika juga akan melihat kebutuhan fasilitas, di wilayah lain yang masih mengalami keterbatasan sarana pelayanan.

Setelah pembangunan selesai dan proses administrasi serta aset dituntaskan sesuai ketentuan, fasilitas tersebut nantinya dapat diserahkan kepada pihak kepolisian untuk digunakan dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah bangun, sesudah selesai, baru nanti asetnya sudah selesai, baru kita hibahkan asetnya kepada kepolisian,” kata Bupati.

Sebab itu, Bupati berharap pembangunan dan pembenahan fasilitas kepolisian tersebut dapat memperkuat pelayanan masyarakat, terutama di distrik-distrik yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. (Yero)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *