Timika (Suaramimika.com) – Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta memperkuat perlindungan sosial bagi warga yang terdampak bencana alam maupun bencana sosial.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Petrus Pali Amba, S.T., M.T., saat membuka kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Taruna Siaga Bencana (TAGANA)Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Kamis (22/10/2026) di Aula Bobaigo Keuskupan Timika, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya nyata memperkuat mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah Mimika.
“Bencana merupakan peristiwa yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan menimbulkan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, penanganan bencana tidak boleh hanya dilakukan saat terjadi, tetapi harus dipersiapkan sejak dini melalui langkah pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana,” ujar Petrus.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan TAGANA memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan penanganan bencana. Anggota TAGANA diharapkan mampu menjadi relawan yang tanggap dalam memberikan pertolongan, membantu evakuasi, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa kondisi geografis serta karakteristik wilayah Mimika yang beragam menuntut adanya sinergi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah, TNI-Polri, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat.
Penanggulangan bencana ditekankan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama.
“Kehadiran TAGANA hendaknya tidak hanya dirasakan pada saat bencana terjadi, tetapi juga melalui upaya membangun kesadaran, kewaspadaan, dan budaya kesiapsiagaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan masyarakat Mimika yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko bencana,” tambahnya.
Seluruh peserta tambah Petrus, diimbau untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat demi misi kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang. (Sitha)















