Timika (Suaramimika.com) – Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu prioritas nasional. Untuk mencapai target percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika, PASTI-Papua (Partner Akselerasi Penurunan Stunting Papua) menggelar workshop policy brief, Kamis (7/5/2026) di Hotel Horison Diana Timika.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, Drs. Ananias Faot mengatakan, percepatan penurunan stunting oleh pemerintah pusat juga menjadi komitmen kuat pemerintah Kabupaten Mimika.
“Berbagai upaya telah kita lakukan, mulai dari penguatan kebijakan, peningkatan alokasi anggaran, hingga pelaksanaan berbagai intervensi lintas sektor,” ujarnya.
Namun demikian, kata Ananias, harus jujur diakui bahwa hasil yang kita capai saat ini belum sepenuhnya optimal.
Data baseline dari program Pasti-Papua memberikan gambaran yang sangat penting bagi kita, bahwa masih terdapat sejumlah tantangan mendasar.
Pertama, belum optimalnya konvergensi lintas sektor. Koordinasi horizontal dan vertikal masih perlu diperkuat, dan peran tim percepatan penurunan stunting (TPPS) hingga tingkat distrik dan kampung perlu lebih diaktifkan.
Selanjutnya, kedua, adanya paradoks dalam penganggaran. Meskipun alokasi dana relatif besar, namun dampaknya belum signifikan karena masih didominasi oleh belanja tidak langsung, dibandingkan intervensi langsung
kepada kelompok sasaran, khususnya 1.000 hari pertama kehidupan.
Terakhir, ketiga, keterbatasan akses dan kualitas layanan di wilayah terpencil, yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, keterbatasan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana.
“Hasil baseline yang dipaparkan dalam kegiatan ini sangat penting sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan berbasis data,” jelasnya.
Data ini sebutnya memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi stunting di wilayah intervensi, faktor-faktor penyebab, serta peluang perbaikan yang dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih terarah.
“Selain itu, policy brief penanganan stunting yang disusun diharapkan dapat menjadi referensi strategis,” ungkapnya.
Lanjut Ananias, bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan efektivitas program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika.
“Saya mengajak seluruh organisasi perangkat daerah,TPPS, pemerintah distrik dan kampung, serta seluruh mitra pembangunan untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas intervensi spesifik maupun sensitif, serta memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Mimika dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya. (Sitha)















